Damkar Sanggau Sediakan 6.000 Liter Air Atasi Debu

  • 30 Agt 2026 19:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Damkar Satpol PP Sanggau menyediakan satu tangki berkapasitas 6.000 liter air untuk penyemprotan, penyegaran udara, dan pembersihan debu akibat kabut asap bersama Badan Pemadam Api Bakti Bersama (BPA BBS) Sanggau, Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah kawasan permukiman dan bangunan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi lingkungan yang kering setelah lama tidak turun hujan.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Satpol PP Sanggau, Zulkifli, mengatakan kegiatan bersama BPA BBS menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi kebakaran. Kondisi atap dan bangunan yang lama tidak terkena air menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan penyemprotan tersebut.

“Yang pertama, hari ini kita bekerja sama dengan Badan Pemadam Kebakaran Bakti Bersama Kabupaten Sanggau melaksanakan pencegahan. Karena sudah lama tidak hujan, atap-atap itu sudah lama tidak kena air, jadi kita melakukan pendinginan terhadap atap-atap maupun bangunan-bangunan rumah ketua RT,” ujar Zulkifli.

Selain mendinginkan bangunan, petugas juga memanfaatkan penyemprotan untuk membantu menyegarkan udara di sekitar lokasi kegiatan. Zulkifli berharap, peningkatan kelembapan setelah penyiraman dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendorong terbentuknya awan dan turunnya hujan di wilayah Sanggau.

“Yang kedua, kita juga untuk melakukan penyegaran udara. Mudah-mudahan dengan tersiramnya air ini bisa membuat bibit-bibit awan, mudah-mudahan Tuhan bisa menurunkan hujannya untuk kita,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Damkar Satpol PP Sanggau menyiapkan satu tangki dengan kapasitas 6.000 liter air untuk mendukung penyemprotan di lapangan. Kebutuhan air tersebut turut terbantu melalui suplai dari Yayasan Bakti Bersama Pemadam Kebakaran Sanggau dalam kegiatan bersama BPA BBS.

“Kita satu tangki 6.000 liter air. Cuma alhamdulillah kita dibantu suplai oleh Yayasan Bakti Bersama Pemadam Kebakaran Sanggau,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menilai, kerja sama antarpihak diperlukan agar penanganan kondisi lingkungan akibat cuaca kering dapat dilakukan lebih optimal. Ia berharap, penyemprotan dan pendinginan yang dilakukan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat langkah pencegahan sebelum munculnya kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....