Mencari Kedamaian Sejati Ditengah Kesibukan Hidup

  • 29 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Dalam menjalani kehidupan, manusia memiliki berbagai kebutuhan yang ingin dipenuhi, mulai dari kebutuhan jasmani hingga kebutuhan batin. Kesibukan, pekerjaan, keluarga, pertemanan, harta, maupun jabatan terkadang membuat seseorang merasa telah memiliki banyak hal, namun tetap menyisakan ruang kosong dalam diri yang belum sepenuhnya terisi.

Hal tersebut disampaikan Kristian Moses, Dosen STT Grace International Sanggau dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI PRO1 Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026. Kristian mengatakan, persoalan dalam kehidupan sering kali bukan karena manusia terus mencari sesuatu, melainkan karena mencari pada tempat yang salah, sehingga setiap orang perlu memahami apa yang sebenarnya dicari.

“Persoalan dalam kehidupan seringkali bukan karena kita terus mencari sesuatu, melainkan karena kita mencari pada tempat yang salah, sehingga kita perlu berhenti sejenak untuk memahami apa yang sebenarnya kita cari dan kebutuhan terdalam dalam diri yang tidak selalu dapat dipenuhi melalui kepemilikan, hubungan sosial, pekerjaan, maupun keberhasilan duniawi yang terus dikejar," jelasnya.

Ia menjelaskan, gambaran kehausan jiwa dapat ditemukan dalam kisah perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes pasal empat. Saat itu, Yesus melakukan perjalanan hingga tiba di Samaria, sementara seorang perempuan datang ke sumur untuk mengambil air, tetapi Yesus melihat kebutuhan jiwa yang lebih dalam daripada sekadar kehausan fisik.

"Yesus sudah melakukan perjalanan yang dimana ia tiba di suatu kota yang bernama samaria disana ada satu tempat sumur dan datanglah seorang perempuan di samaria datang untuk mengambil air," katanya.

Kristian Moses menuturkan, perempuan Samaria datang membawa kebutuhan sederhana untuk memperoleh air minum, sebagaimana manusia berdoa membawa berbagai keperluan hidup harian. Namun perjumpaan tersebut mengajarkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat kebutuhan permukaan, melainkan memahami kehausan jiwa yang memerlukan pemenuhan sejati melalui hubungan erat.
"Kita datang kepada tuhan dengan berbagai macam kebutuhan, dan apa yang kita doakan itu memang apa yang kita perlukan sehari - hari," jelasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....