Sanggau Perketat Penanganan Karhutla

  • 26 Agt 2026 16:32 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Kabupaten Sanggau menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan yang semakin membutuhkan perhatian serius seiring meningkatnya titik api dan kemarau ekstrem yang masih berlangsung. Pemerintah daerah pun memperkuat langkah penanganan setelah status karhutla ditingkatkan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat untuk mempercepat upaya pengendalian di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, mengatakan perubahan status tersebut dilakukan berdasarkan perkembangan situasi karhutla yang menunjukkan peningkatan risiko terhadap masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai unsur agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Berkurangnya sumber air menjadi tantangan pemadaman karhutla sehingga petugas perlu mengoptimalkan strategi dan sumber daya yang tersedia,” ungkap Sigit Purnomo dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, meningkatnya titik api menjadi salah satu indikator utama yang mendorong pemerintah mengambil langkah penanganan lebih serius. Kondisi cuaca yang masih ekstrem juga membuat lahan semakin kering sehingga api lebih mudah muncul dan menyebar ke wilayah lainnya.

Menurut Sigit, ancaman kabut asap juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu dengan memperkuat kesiapsiagaan petugas di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Ia menegaskan, status tanggap darurat diharapkan mampu mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi kondisi karhutla yang berkembang. Upaya pemadaman dan pencegahan juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama kondisi kemarau berlangsung.

“Masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas,”katanya.

Sigit berharap sinergi pemerintah, petugas, dan masyarakat dapat terus diperkuat selama masa tanggap darurat karhutla berlangsung. Dengan kerja sama yang konsisten, ancaman penyebaran api dan kabut asap di Kabupaten Sanggau diharapkan dapat ditekan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....