Akses Internet Belum Merata, ILP Terkendala di Sanggau

  • 22 Agt 2026 21:47 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Ketua KGBN Sanggau, Anisa Fitri menilai, pemerataan pembelajaran berbasis teknologi masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar. Menurutnya, sejumlah wilayah pelosok belum memiliki akses listrik dan jaringan internet yang memadai sehingga pemanfaatan teknologi pendidikan belum optimal.

“Program pembelajaran berbasis teknologi tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat atau fasilitas pembelajaran. Listrik dan jaringan internet harus tersedia karena tanpa dua hal tersebut, fasilitas yang sudah diberikan pemerintah tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Anisa Fitri, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia menyebut, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan program Indonesia Learning Platform (ILP) di sejumlah wilayah Sanggau. Ia juga menilai, kesenjangan akses digital berpotensi membuat pelajar di daerah terpencil tertinggal dibandingkan siswa yang berada di wilayah dengan infrastruktur lebih memadai.

“Kalau kita ingin pemerataan pendidikan, jangan sampai anak-anak di pelosok hanya mendapatkan fasilitasnya, tetapi tidak bisa menggunakannya. Mereka juga harus mendapatkan akses yang sama terhadap listrik dan internet agar pembelajaran berbasis teknologi benar-benar berjalan,” ujarnya.

Anisa mendorong, pemerintah memperkuat pembangunan infrastruktur digital secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet dan listrik. Menurutnya, penguatan infrastruktur harus menjadi bagian penting dari strategi pemerataan pendidikan, bukan sekadar pelengkap program digitalisasi pembelajaran.

“Harapan kami pemerintah bisa melihat ini sebagai kebutuhan dasar pendidikan saat ini. Ketika listrik dan jaringan tersedia sampai ke pelosok, program ILP akan jauh lebih bermanfaat dan kesempatan belajar anak-anak di seluruh Sanggau bisa lebih merata,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas yang dibagikan kepada sekolah, tetapi juga dari kemampuan siswa mengakses dan menggunakannya. Ia berharap, pemerintah, sekolah, dan pemangku kepentingan terkait memperkuat kolaborasi agar kesenjangan digital tidak menjadi hambatan bagi pemerataan kualitas pendidikan di Sanggau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....