Forest Programme V Sebut Kabut Asap di Kalbar karena Ulah Manusia
- 22 Agt 2026 22:07 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat Kalimantan Barat, perhatian terhadap sumber munculnya asap kembali mengarah pada aktivitas pembukaan lahan. Pembakaran yang dilakukan untuk kepentingan ladang maupun pembukaan kebun dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat asap terus meluas.
Koordinator Provinsi Forest Programme V, P. S. Riyanto DS, mengatakan asap yang terjadi tidak seluruhnya dapat dipandang sebagai bencana alam karena terdapat aktivitas manusia di balik pembakaran lahan. Menurutnya, pembakaran dilakukan untuk kepentingan pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan.
"Asap ini sebenarnya bukan seratus persen musibah, juga sebenarnya bukan bencana, karena ini perbuatan manusia itu sendiri. Bukan hutan yang terbakar, tapi lahan yang sengaja dibakar," ujar Riyanto dalam Obrolan Green Radio di RRI Sanggau, Sabtu 22 Agustus 2026.
Riyanto menjelaskan aktivitas pembakaran tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam membuka ladang maupun kebun. Kondisi itu kemudian berkontribusi terhadap munculnya asap yang semakin meluas ketika pembakaran terjadi di tengah kondisi cuaca kering.
"Karena kepentingan manusia itu sendiri, seperti ladang atau buka kebun-kebun, seperti itu yang membuat asap jadi agak merajalela," katanya.
Menurut Riyanto, pendekatan terhadap masyarakat tidak cukup hanya dengan mengingatkan bahaya pembakaran lahan, tetapi juga perlu menyediakan pilihan aktivitas ekonomi yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembukaan lahan. Karena itu Ia menambahkan, Forest Programme V mendorong kelompok perhutanan sosial untuk lebih fokus mengembangkan usaha yang telah dibina.
"Kita lebih kepada mendorong, kita fokuskan saja program kami untuk beraktivitas sesuai dengan tujuan programnya, yaitu modal usaha. Kalau usaha ini mereka fokus, sebenarnya mereka tidak perlu harus bakar lahan," ungkapnya.
Riyanto mengatakan pendekatan tersebut dilakukan pihaknya dalam pendampingan terhadap 17 Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di Kabupaten Sanggau. Ia berharap penguatan usaha masyarakat dapat menjadi alternatif penghidupan sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara lebih bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....