Konsumsi Telur Kalbar Masih Rendah, Bazar Dimaksimalkan Tingkatkan Asupan

  • 22 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Kepala Bidang Peternakan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat, Novita Salim, menjelaskan konsumsi telur masyarakat Kalimantan Barat masih berada di bawah angka ideal. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS, konsumsi telur Kalbar tercatat 10,48 kilogram per kapita per tahun dari angka ideal 22 kilogram.

“Idealnya konsumsi telur itu 22 kilogram per kapita per tahun. Sementara hasil survei BPS, Susenas, baru 10,48 kilogram per kapita per tahun,” ujar Novita Salim di Sanggau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia menyebut, kondisi tersebut menunjukkan konsumsi telur masyarakat Kalbar baru mencapai sekitar separuh dari kebutuhan ideal. Secara rata-rata, masyarakat Kalbar baru mengonsumsi sekitar setengah butir telur per hari.

“Idealnya masyarakat Kalbar mengkonsumsi satu butir telur per hari. Kita masih punya pekerjaan rumah untuk memenuhi setengah butir lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, rendahnya konsumsi telur dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk keterjangkauan harga dan tingkat pendapatan masyarakat. Karena itu, kegiatan bazar, operasi pasar dan gerakan pangan murah dinilai dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap telur.

“Kami berharap kegiatan bazar dan pangan murah memberikan harga yang terjangkau. Dengan begitu warga antusias meningkatkan konsumsi telurnya,” ucapnya.

Menurutnya, upaya meningkatkan konsumsi telur tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat saat ini. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....