Kemarau Mengancam, Petani Terus Bertahan
- 23 Agt 2026 09:44 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau – Kemarau mulai dirasakan masyarakat di wilayah Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari yang semakin bergantung pada ketersediaan sumber air. Keterbatasan air membuat sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air, sehingga kondisi tersebut turut menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan Entikong, Mahmudi, mengatakan kemarau memberikan dampak terhadap petani yang mengandalkan lahan kering dengan sumber air terbatas untuk menjalankan usaha tani. Menurutnya, keterbatasan air menjadi tantangan bagi petani, khususnya dalam membudidayakan komoditas hortikultura yang membutuhkan ketersediaan air secara cukup dan berkelanjutan agar pertumbuhan tanaman serta hasil produksi tetap terjaga.
"Kemarau cukup berdampak terhadap kegiatan usaha tani, terutama pada lahan kering dan komoditas yang masih membutuhkan ketersediaan air," ungkap Mahmudi dalam Dialog Beranda Asta Cita, Sabtu 22 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kondisi wilayah Entikong yang sebagian besar berupa lahan kering dan daerah bergelombang membuat petani mengandalkan sumber air tertentu untuk mempertahankan kegiatan usaha tani ketika curah hujan menurun dan ketersediaan air semakin terbatas.
Mahmudi menuturkan bahwa penyuluh pertanian sejak awal telah memberikan informasi dan arahan kepada petani sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak kemarau. Petani didorong memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kekurangan air, seperti kacang tanah, agar kegiatan budidaya tetap dapat dilakukan ketika ketersediaan air semakin terbatas.
Menurutnya, tanaman pangan seperti padi dan jagung tetap membutuhkan air pada tahapan pertumbuhan tertentu, sehingga keterbatasan air berpotensi memengaruhi hasil produksi petani. Oleh sebab itu, petani perlu menyesuaikan waktu tanam dan pola budidaya dengan kondisi ketersediaan air, sekaligus memanfaatkan sarana irigasi yang tersedia agar risiko penurunan produksi dapat ditekan.
"Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pompa air sebagai salah satu upaya untuk mendekatkan sumber air ke lahan pertanian," katanya.
Mahmudi berharap dukungan sarana irigasi dan penyuluhan mengenai teknik budidaya dapat membantu petani menghadapi musim kemarau dengan lebih adaptif. Ia mengajak petani menghemat penggunaan air, memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan, serta memanfaatkan bantuan pompa air agar usaha tani tetap berjalan dan risiko kerugian akibat kekurangan air dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....