Sri Arwana Ungkap Ketatnya Penilaian Kaligrafi MTQ
- 20 Agt 2026 21:18 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Di balik karya kaligrafi yang terlihat indah, terdapat ketelitian yang menentukan hasil akhir sebuah perlombaan. Sri Arwana, peraih juara ketiga cabang kaligrafi hiasan mushaf putri MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026, mengungkapkan satu kesalahan huruf saja dapat memengaruhi peluang peserta untuk menjadi juara.
Peserta MTQ asal Kabupaten Sambas sekaligus guru kaligrafi di Pesantren Baitul Qur'an ini menjelaskan penilaian kaligrafi tidak hanya berfokus pada keindahan karya. Ketepatan tulisan, proporsi, kelengkapan ayat, ornamen, dan komposisi menjadi bagian yang harus diperhatikan peserta.
| Baca juga: Puluhan Pelajar SDN 13 Pesing Ikuti TKA |
“Untuk penilaian Lomba Kaligrafi itu yang pertama dinilai tetap tulisan. Tulisannya itu bukan cuma sekadar bagus, tapi juga benar dari penentuan proporsional tulisan, seimbang apa nggak sama ruang yang disediakan, terus lengkap apa nggaknya kita nulis,” ujar Arwana dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Kamis 20 Agustus 2026.
Ia mengatakan ketepatan penulisan menjadi aspek utama karena peserta harus menyalin ayat sesuai ketentuan. Kesalahan kecil pada huruf dapat berdampak besar terhadap penilaian karena penulisan ayat Al-Qur'an tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
“Jangan sampai ada yang tertinggal satu huruf hijaiyah, itu fatal banget. Kalau semisal biasanya udah bagus tapi tulisan kita itu ada kurang satu huruf saja, itu bisa nggak juara, karena kalau Al-Quran ini, kalau kita menyalin alif saja itu bisa merubah makna,” katanya.
Menurut Arwana, aspek keindahan baru menjadi pendukung setelah ketepatan tulisan terpenuhi. Peserta kemudian dituntut mengolah ornamen dan warna secara kreatif untuk memperkuat tampilan karya yang dibuat.
“Untuk pemilihan warna, ornamen itu kreatifitas dari peserta, Dewan Juri cuma menentukan ayatnya. Jadi untuk kita bikin desain, ornamen, warna dan sebagainya itu pure dari pesertanya,” ungkapnya.
Prestasi juara ketiga yang diraihnya menunjukkan bahwa kaligrafi membutuhkan perpaduan kemampuan teknis, ketelitian, kreativitas, dan kesiapan mental. Ia berharap generasi muda yang tertarik pada kaligrafi tidak hanya mengejar keindahan karya, tetapi juga memahami kaidah dan terus berlatih agar kemampuan berkembang secara konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....