Dinsos P3AKB Sanggau Nilai Judol Kamuflase Rasa Beruntung

  • 20 Agt 2026 14:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Judi online (Judol) dinilai menggunakan sistem yang membuat pemain merasa memiliki peluang untuk menang. Kondisi tersebut dapat mendorong pemain terus bermain meski mengalami kerugian.

“Judi online ini seperti kamuflase, karena pemain dibuat merasa beruntung saat mendapatkan kemenangan. Padahal, kemenangan itu bisa membuat mereka terus bermain dan memasang taruhan,” Ujar Kabid Perlindungan Anak, Dinsos P3AKB Kabupaten Sanggau, Titin Sumarni dalam dialog Sanggau Menyapa, Kamis 20 Agustus 2026.

Menurut Titin, kemenangan sesaat dapat membuat pemain terdorong kembali memasang taruhan. Kondisi tersebut berisiko membuat pemain semakin sulit menghentikan aktivitas judi online.

“Ketika pemain menang, mereka biasanya merasa punya peluang untuk menang lagi. Akhirnya, mereka terus mencoba tanpa menyadari uang yang dikeluarkan semakin banyak,” jelasnya.

Ia menilai, kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian ketika judi online mulai menyasar anak-anak. Pengawasan keluarga diperlukan agar anak tidak mudah terpengaruh permainan dan promosi judi online.

“Anak-anak harus mendapat pengawasan saat menggunakan gawai dan mengakses internet. Orang tua juga perlu memberikan pemahaman tentang bahaya judi online sejak dini,” ungkapnya.

Dia mendorong orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya judi online juga penting untuk mencegah anak terpapar sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....