Ini Tips Public Speaking Lanceng Berbakat Mempawah
- 19 Agt 2026 21:03 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Berbicara di depan banyak orang sering kali menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang belum terbiasa tampil di hadapan publik. Namun, rasa gugup bukan alasan untuk berhenti mencoba, karena keberanian berbicara dapat dibangun melalui latihan dan kemauan untuk terus belajar.
Lanceng Berbakat Kabupaten Mempawah 2023, Andika Putra, membagikan pengalamannya dalam membangun kepercayaan diri sebelum mengikuti ajang pemilihan Lanceng Mempawah. Ia mengaku sempat merasa ragu karena harus berbicara di depan banyak orang, bahkan harus menghadapi sesi tanya jawab di hadapan peserta, juri, dan penonton.
“Waktu itu saya belajar cara public speaking yang baik dan cara agar berani serta tidak gugup di depan orang ramai, akhirnya saya belajar dari TikTok dan bertanya kepada orang-orang yang sudah berpengalaman. Saya juga belajar berbicara di depan kaca, bahkan benda apa pun yang saya pegang saya ajak bicara supaya saya terbiasa berbicara,” kata Andika dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Andika, latihan sederhana seperti berbicara di depan cermin dapat membantu seseorang membiasakan diri menyampaikan gagasan secara lisan. Ia mengatakan proses tersebut dilakukan secara konsisten untuk mengurangi rasa takut sekaligus melatih kemampuan menyusun kata ketika berbicara.
“Yang paling penting adalah jangan berpikir bahwa orang akan terus mengingat ketika kita melakukan kesalahan, karena kalau saya salah berbicara hari ini, jadikan itu pelajaran dan tangga untuk menjadi lebih baik ke depannya. Ketika gugup, yakinkan diri bahwa kita bisa, jangan sampai kita sendiri yang meremehkan kemampuan diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seseorang yang ingin meningkatkan kemampuan public speaking juga perlu berani menerima kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Menurutnya, terlalu fokus pada kekhawatiran akan membuat seseorang semakin gugup, sedangkan keyakinan terhadap kemampuan diri dapat membantu membangun keberanian.
Andika juga mengingatkan, kemampuan berbicara tidak selalu muncul secara instan setelah satu atau dua kali latihan. Ia sendiri mengaku awalnya takut memegang mikrofon, tetapi karena terus mencoba dan mendapatkan pengalaman, rasa takut tersebut perlahan berubah menjadi kepercayaan diri.
Pengalaman Andika menunjukkan, public speaking bukan kemampuan yang hanya dimiliki orang-orang tertentu, melainkan keterampilan yang dapat diasah oleh siapa saja. Ia berharap anak muda tidak takut memulai, berani berbicara meskipun masih melakukan kesalahan, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai pijakan untuk tampil lebih percaya diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....