KGBN Sanggau Dorong Merdeka Belajar yang Sesuai Karakteristik Daerah

  • 18 Agt 2026 22:10 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Pendidikan tidak harus selalu berjalan dengan pola yang sama di setiap daerah. Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara - KGBN Sanggau Anisa Fitri menilai konsep Merdeka Belajar justru harus mampu menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik, kondisi, dan letak geografis tempat peserta didik tinggal.

"Merdeka Belajar konsepnya bagaimana menyesuaikan dengan karakteristik, letak geografis dan lebih kontekstual," kata Anisa dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurutnya, pembelajaran akan lebih bermakna apabila peserta didik dapat mempelajari berbagai hal yang dekat dengan lingkungan kehidupan mereka. Dengan demikian, kondisi geografis dan potensi lokal tidak menjadi hambatan, tetapi justru dapat menjadi sumber belajar yang relevan.

Ia mempertanyakan alasan pembelajaran di daerah harus selalu meniru konsep yang diterapkan di wilayah lain, khususnya di Pulau Jawa. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga pendekatan pendidikan juga semestinya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

"Kenapa harus mengkopi konsep pembelajaran yang ada di Pulau Jawa?, menekankan pentingnya keberanian daerah membangun model pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi lokal," ungkapnya.

Anisa mengatakan, anak-anak yang tinggal di suatu daerah memiliki kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya secara langsung. Pengetahuan tentang kehidupan masyarakat, budaya, alam, hingga potensi ekonomi daerah dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang kontekstual.

Konsep tersebut, kata Anisa sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang memberikan ruang lebih luas bagi satuan pendidikan dan peserta didik untuk mengembangkan proses belajar. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori di dalam kelas, tetapi juga dapat memanfaatkan pengalaman dan realitas yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Tambahnya, dalam konteks itu, KGBN Sanggau hadir untuk ikut mendorong gerakan belajar yang lebih mandiri di tengah masyarakat. Organisasi tersebut ingin membangun kesadaran bahwa proses belajar dapat berlangsung di berbagai tempat dan tidak selalu bergantung pada pola pembelajaran yang seragam.

"KGBN hadir untuk menggerakkan belajar secara mandiri," katanya.

Anisa berharap semangat belajar mandiri dapat terus tumbuh dengan melibatkan lingkungan sekitar sebagai bagian dari sumber pengetahuan. Dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan sesuai karakteristik daerah, pendidikan di Sanggau diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....