Bunda Maria Teladan Kerendahan Hati Ditengah Budaya Haus Validasi

  • 16 Agt 2026 14:23 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Di tengah maraknya budaya pamer dan mencari pengakuan di media sosial, kerendahan hati menjadi sikap yang semakin sulit ditemukan. Keteladanan Bunda Maria mengajak umat beriman untuk tidak hanya memperhatikan penampilan luar, tetapi juga membangun kepribadian dan kehidupan batin.

"Sosok yang diangkat ke Surga, salah satunya adalah Bunda Maria, tentunya punya sesuatu yang spesial dan luar biasa yang bisa menjadi teladan bagi umat beriman, khususnya para pengikut Kristus," kata Anggota Komisi Katekese Keuskupan Sanggau, Dominikus Bobi dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Minggu 16 Agustus 2026.

Menurutnya, sosok yang diangkat ke Surga oleh Tuhan, salah satunya adalah Bunda Maria, karena sebagai bentuk dari suatu penghormatan, yakni sebagai Ibu yang telah menghadirkan putra Allah di dunia. Selain itu, alasan lainnya adalah karena sikap rendah hati yang dimiliki olehnya.

Kerendahan hati, disampaikannya, merupakan sikap yang sangat sulit untuk dilakukan oleh sebagian besar orang kepada orang lain. Padahal, setiap manusia pada dasarnya memiliki kerinduan untuk dihargai, diakui, dan dipandang oleh orang lain.

"Di zaman modern ini, ada setiap orang punya keinginan untuk menampilkan dan memamerkan yang terbaik, entah itu prestasi, hal-hal baik, bahkan terkadang memperlihatkan status sosial dan juga keberhasilan," ujarnya.

Ia mengatakan, kebiasaan sehari-hari manusia di zaman modern seperti sekarang, sebagian besar ditampilkan pada media sosialnya. Dibalik postingan tersebut, tentu setiap orang punya tujuan masing-masing, salah satunya adalah untuk memperlihatkan bahkan memamerkan pencapaian-pencapaian dan kehidupan pribadi yang menyenangkan.

Dia menyampaikan, manusia sering kali berharap postingan-postingan yang ditampilkannya di media sosial, mendapatkan respon like dan komentar sebanyak mungkin. Kondisi ini secara tidak langsung menunjukan bahwa orang tersebut haus terhadap validasi.

"Tanpa kita sadari, gaya hidup kita yang seperti itu di zaman serba canggih ini, kalau sering kita lakukan secara terus menerus, maka kita hanya fokus pada penampilan luar saja, sehingga berpotensi memunculkan kesombongan yang halus" ujarnya Bobi.

Lebih lanjut, disampaikannya, haus validasi dan kerendahan hati, adalah dua hal yang saling bertolak belakang, dimana sifat ingin mendapatkan pengakuan, sering kali membuat manusia hanya fokus untuk memperbaiki diri dari sisi luar saja. Ia juga mengajak seluruh umat Kristen untuk mulai menumbuhkan rasa kerendahan hati dan menjadikan Bunda Maria sebagai sosok teladan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....