Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan Kasus ISPA Sanggau

  • 15 Agt 2026 19:23 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kasus ISPA di Sanggau melonjak saat musim kemarau karena paparan kabut asap mengganggu kualitas udara warga secara langsung. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan sehingga warga membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas terdekat selama musim kemarau.

Kepala Puskesmas Sanggau dr. Yuliana Exlesia mengatakan kasus ISPA jarang turun sehingga tidak keluar dari sepuluh penyakit terbesar. Data ISPA Dinas Kesehatan dihimpun dari puskesmas dan menunjukkan perubahan jumlah pasien pada setiap bulan secara berkala tercatat.

“ISPA merupakan penyakit yang jarang turun kasusnya, sehingga tidak terlempar dari sepuluh penyakit terbesar setiap bulan,” kata Yuli pada program Sanggau menyapa RRI Sanggau, Kamis 13 Agustus 2026

Menurutnya, lonjakan pasien ISPA terjadi karena warga terpapar asap dan debu akibat pembakaran hutan serta lahan setempat. Peningkatan kasus tersebut menunjukkan kualitas udara memburuk dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat selama musim kemarau berlangsung di Sanggau.

“Pada saat karhutla ini memang terjadi lonjakan pasien ISPA lebih banyak dari sebelumnya,” ujarnya..

Yuliana mengungkapkan pasien tidak menurun karena sebagian warga yang bukan ispa tetap berobat selama musim kemarau dan karhutla. Paparan asap tersebut membuat warga mengalami keluhan pernapasan sehingga membutuhkan penanganan medis di puskesmas selama musim kemarau.

“Ada juga yang berobat saat karhutla karena paparan asap dan debu akibat pembakaran hutan dan lahan,” katanya.

Yuli menghimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kabut asap pekat serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan langsung. Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami batuk sesak napas atau keluhan pernapasan setelah terpapar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....