Kasus ISPA Sanggau Meningkat Saat Musim Kemarau dan Kabut Asap

  • 15 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kasus infeksi saluran pernapasan akut di Kabupaten Sanggau meningkat seiring musim kemarau dan munculnya kabut asap tipis di Kabupaten Sanggau. Kondisi ini mempengaruhi penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Sanggau.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Marlina, mengatakan kondisi udara sudah mulai menurun akibat kabut asap yang terjadi di beberapa wilayah di kabupaten Sanggau yang berpotensi menyebabkan gangguan keshatan masyarakat. Karena itu, seluruh puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan peningkatan kasus ISPA selama kemarau ini berlangsung.

“Memasuki musim kemarau saat ini, berdasarkan data BMKG dan BPBD Sanggau, terpantau kabut asap tipis akibat karhutla setempat," kata Marlina pada prgogram Sanggau Menyapa, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurutnya, penurunan kualitas udara tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, khususnya memicu keluhan batuk dan gangguan pernapasan. Sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau menetapkan status siaga bagi seluruh puskesmas sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak kabut asap.

“Kami menetapkan status siaga untuk seluruh puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap dan peningkatan gangguan pernapasan masyarakat.” ujarnya.

Dikatakan, langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat pemantauan kasus serta kesiapan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Sanggau selama kemarau berlangsung. Berdasarkan rekapitulasi 19 puskesmas, kasus ISPA di bulan Januari terpantau 1.747, Februari 1.360, bulan Maret 1.225 kasus, April tercatat 1.012 kasus, Mei 783 kasus, sedangkan Juli kembali meningkat menjadi 1.306 kasus ISPA di Sanggau.

“Jika dilihat berdasarkan rekapitulasi data tersebut, kasus ISPA di Kabupaten Sanggau menunjukkan peningkatan kembali pada Juli tahun ini," ucapnya.

Marlina menambahkan, Peningkatan ini menjadi perhatian karena kondisi udara yang memburuk dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat. Dinkes Sanggau menghimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara menurun serta memakai masker ketika bepergian keluar rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....