Memaknai Kemerdekaan Sebagai Wujud Kesetaraan dan Saling Menghargai
- 12 Agt 2026 18:51 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Memaknai Hari Kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan atau mengibarkan bendera Merah Putih. Kemerdekaan menjadi momentum untuk menyadari bahwa setiap manusia adalah insan yang merdeka dan memiliki hak untuk hidup, berkembang, serta dihargai sebagai manusia yang memiliki keistimewaan masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Fatkhur Rohman, Pemuka Agama Islam Sanggau dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI PRO1 Sanggau, Rabu 12 Agustus 2026. Menurutnya, sebagai makhluk yang dibekali hati nurani, pancaindra, akal, dan iman kepada Allah SWT, manusia memiliki tanggung jawab untuk menggunakan kemerdekaan secara bijaksana.
"Manusia itu adalah makhluk yang paling sempurna kita dibekali dengan hati nurani, kita di bekali panca indra kita dibekali yang namanya akal kita punya rasa iman kepada Allah SWT," jelasnya.
Fatkhur menjelaskan, pemaknaan tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Artinya, ketika kemerdekaan telah diraih, tidak seharusnya masih ada praktik menjajah, merasa lebih tinggi, merendahkan, maupun membatasi hak orang lain untuk menjadi manusia yang merdeka.
"Kalau kita sudah bisa memaknai kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka semua manusia semua umat itu kemudian punya hak untuk menyatakan dirinya adalah insan yang merdeka," katanya.
Karena itu, Hari Kemerdekaan dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan mampu menghormati perbedaan, menjunjung kesetaraan, serta menggunakan kebebasan dengan penuh tanggung jawab.
Kemerdekaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan bagi suatu bangsa, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling mengenal, menghargai, dan menghormati keistimewaan setiap bangsa. Tidak ada bangsa yang lebih tinggi maupun lebih rendah, karena setiap negara yang telah merdeka memiliki kedudukan dan hak yang sama untuk dihargai serta hidup berdampingan.
"Jangan sampai kita hanya menyatakan bahwa kita merdeka saja, tapi juga kenal satu dengan yang lainnya, semua punya keistimewaan tidak ada yang paling elit di antara negara yang merdeka itu, tidak ada yang merasa yang paling tinggi dan kemudian di rendahkan tidak ada seperti itu , tidak ada yang merasa paling mampu dan percaya semua sama di mata bangsa yang sudah menyatakan kemerdekaannya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....