Kemerdekaan Sejati Dimulai dari Membebaskan Diri dari Dosa

  • 09 Agt 2026 00:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Peringatan HUT ke 81 Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memaknai arti kebebasan dalam kehidupan, bukan hanya sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi ruang refleksi untuk mendorong setiap individu untuk mengisi rruang kemerdekaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pendeta Anto, Sekretaris Umum GAAPPIN Sanggau dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI PRO1 Sanggau, Sabtu 8 Agustus 2026. Menurutnya, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk tidak hanya bersyukur, tetapi juga melakukan refleksi sejauh mana manusia benar-benar telah mengalami kemerdekaan sejati yang berarti terbebas dari belenggu dosa.

"Nah, itu bagian dari kita merayakan dan tentunya di dalamnya kita bersyukur. Tetapi ada satu hal yang penting untuk kita gumuli, untuk kita renungkan, atau untuk kita refleksikan ketika kita memperingati kemerdekaan itu, yaitu sejauh mana kita memang sudah mengalami kemerdekaan," jelasnya.

Ia menjelaskan, orang-orang Yahudi pada masa Yesus memiliki pemahaman mengenai kemerdekaan yang lebih berkaitan dengan penguasaan bangsa lain, sehingga mereka menilai dirinya tidak pernah menjadi hamba siapapun. Menurut Pendeta Anto, Yesus justru mengarahkan pembicaraan pada persoalan yang lebih mendasar, yakni manusia yang menjadi hamba dosa.

“Menurut Yesus, masalah terbesar manusia bukanlah hanya soal penjajahan secara fisik, tetapi akar permasalahannya adalah dosa,” katanya.

Pendeta Anto menjelaskan dampak dari dosa dapat melahirkan berbagai persoalan seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, penindasan terhadap kelompok yang lemah, hingga perilaku manusia yang mengeksploitasi alam tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan. Kondisi tersebut dapat membuat manusia lebih mengutamakan kepentingan pribadi, dan mengejar keuntungan.

“Akar permasalahan adalah dosa. Jadi dosa membuat orang hanya melihat dirinya sendiri, mementingkan dirinya sendiri, dan bahkan melakukan sesuatu tidak bertanggung jawab," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....