Semangat Latihan Warnai Harmoni Pesparani Sanggau
- 05 Agt 2026 14:18 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Keberhasilan penampilan paduan suara pada ajang Pesparani tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bernyanyi, tetapi juga lahir dari proses latihan yang panjang, disiplin, serta semangat kebersamaan yang terus dipupuk di antara para peserta. Berbagai tantangan yang dihadapi selama masa persiapan justru menjadi pengalaman berharga yang memperkuat persaudaraan sekaligus membentuk karakter generasi muda Katolik untuk terus bertumbuh dalam pelayanan dan pengembangan bakat.
Pelatih sekaligus peserta Pesparani OMK Beduai, Godefridus Ferlang, mengatakan bahwa proses pembinaan paduan suara membutuhkan kesabaran dan komitmen yang tinggi karena setiap peserta memiliki kemampuan, pengalaman, serta latar belakang yang berbeda. Menurutnya, seluruh tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kerja sama yang baik, komunikasi yang intensif, dan semangat untuk terus belajar demi memberikan penampilan terbaik pada ajang Pesparani.
"Tantangan utama dalam melatih paduan suara Pesparani meliputi keterbatasan kemampuan peserta dalam membaca notasi musik, sulitnya pembagian jenis suara karena terbatasnya jumlah penyanyi, serta penyesuaian jadwal latihan dengan kesibukan peserta yang sebagian besar telah bekerja," ungkap Godefridus Ferlang dalam Dialog Sanggau Menyapa, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melatih peserta adalah kemampuan membaca notasi musik yang masih terbatas. Kondisi tersebut membuat pelatih harus menggunakan metode latihan dengan memperdengarkan lagu secara berulang agar peserta lebih mudah memahami materi yang dipelajari.
Godefridus mengungkapkan bahwa tantangan berikutnya adalah membagi jenis suara sopran, alto, tenor, maupun bas karena jumlah penyanyi yang tersedia masih terbatas dan belum seluruhnya sesuai dengan karakter vokal yang dibutuhkan. Selain itu, sebagian besar peserta juga telah bekerja sehingga waktu latihan harus disesuaikan dengan aktivitas masing-masing tanpa mengurangi kualitas persiapan menjelang perlombaan.
Menurutnya, seluruh proses latihan tetap berjalan dengan penuh semangat karena setiap peserta memiliki tekad yang sama untuk memberikan hasil terbaik bagi Paroki dan Kecamatan Beduai. Kebersamaan, saling mendukung, serta rasa syukur menjadi kekuatan utama yang membuat seluruh peserta mampu melewati setiap tantangan selama masa pembinaan.
"Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, seluruh proses latihan tetap dijalani dengan semangat, kerja sama, dan rasa syukur sehingga mampu menghasilkan penampilan yang membanggakan pada ajang Pesparani," katanya.
Godefridus berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi OMK di berbagai paroki untuk terus mengembangkan kemampuan paduan suara melalui latihan yang rutin, pembinaan yang berkelanjutan, serta semangat melayani. Ia juga mengajak generasi muda Katolik agar terus menjaga kekompakan, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan Pesparani sebagai wadah mengembangkan talenta sekaligus memperdalam iman melalui seni liturgi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....