BPBD Deteksi 1.340 Titik Panas di Sanggau
- 01 Agt 2026 20:12 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mencatat sebanyak 1.340 titik panas (hotspot) tersebar di 15 kecamatan. Meski beberapa hari terakhir wilayah Kabupaten Sanggau diguyur hujan, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius.
“Berdasarkan data yang kami himpun hingga 26 Juli 2026, terdapat 1.340 titik panas yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Meliau sebanyak 232 titik, disusul Parindu 216 titik dan Kembayan 145 titik,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, Sabtu 1 Agustus 2026.
Dikatakan, data BPBD menunjukkan titik panas tersebut terbagi dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Sebaran hotspot yang cukup tinggi menjadi indikator perlunya kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi Karhutla di musim kemarau.
“Terkait kondisi ini, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati karena saat ini masih memasuki musim panas. Hindari aktivitas pembakaran lahan maupun pembakaran sampah karena berpotensi merembet dan memicu kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini BPBD Sanggau masih fokus melakukan penanganan terhadap sejumlah kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Kapuas dan wilayah sekitar Kota Sanggau. Sejumlah titik kebakaran yang sempat muncul dalam beberapa hari terakhir telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
“Kemarin kami melakukan penanganan di beberapa lokasi, di antaranya Sanggau Permai satu titik, Mensarang dua titik, Sabang Merah di sekitar perbatasan tugu, dan terakhir di Penyeladi terdapat beberapa titik. Alhamdulillah seluruh titik tersebut sudah berhasil dipadamkan,” ungkap Sigit.
Sigit menegaskan, sebagian kasus Karhutla yang terjadi tidak hanya disebabkan faktor kesengajaan, tetapi juga kelalaian masyarakat saat melakukan aktivitas pembakaran. Salah satu kejadian di Mensarang bermula dari pembakaran sampah untuk mengusir kelulut yang kemudian tidak terkendali hingga merambat ke lahan sawit dan memerlukan penanganan petugas gabungan dari BPBD, Damkar, kepolisian, dan TNI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....