Antrean BBM di Sanggau, Disperindagkop Duga karena Pertamax Mahal
- 24 Jul 2026 14:59 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau, Shopiar Juliansyah menduga disparitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi menjadi salahsatu penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU beberapa hari terakhir. Dikatakan, harga Pertamax Rp16.250 membuat masyarakat ramai-ramai memilih yang dijual Pertalite Rp10.000 saja.
"Karena harga Pertamax tinggi, selisih Rp6.000. Jadi warga beralih memakai Pertalite. Ini juga membuat pengecer BBM ramai jual pertalite," ungkap Shopiar Juliansyah di Sanggau, Jumat 24 Juli 2026.
Shopiar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan ekstra hingga memantau langsung penjualan BBM di SPBU. Ini agar distribusi BBM subsidi lebih merata dan tidak menimbulkan kekacauan di SPBU.
Menurutnya, saat ini juga terjadi pengurangan kuota BBM bersubsidi untuk Kabupaten Sanggau. Namun, jumlah pengurangan kuota itu belum diketahuinya.
"Isunya juga ada pengurangan, tapi kami belum ditembuskan berapa banyak pengurangan kuotanya. Yang tau pasti pengurangannya dari SPBU, karena Pertamina langsung ke SPBU," ucapnya.
Shopiar menambahkan, musabab lain yang membuat antrean di SPBU mengular adalah distribusi dari Depo Pertamina Sintang terhambat. Dijelaskan, distribusi dari Sintang menggunakan jalur sungai yang saat ini terganggu akibat kemarau dan air surut.
"Jadi untuk distribusi hanya mengandalkan dari Pontianak yang distribusinya lewat darat. Tapi masyarakat jangan khawatir, karena stok BBM di Kabupaten Sanggau sejauh ini tetap aman," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....