Literasi Digital Perkuat Kerukunan Bangsa
- 23 Jul 2026 17:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Menjaga kerukunan di tengah keberagaman tidak hanya dilakukan melalui pertemuan secara langsung, tetapi juga perlu diwujudkan dalam ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Di era media sosial yang berkembang sangat pesat, setiap individu dituntut lebih bijak dalam menerima, menyaring, dan membagikan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun perpecahan di tengah masyarakat.
Penyelenggara zakat dan wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau, Fatkhur Rohman, mengatakan bahwa perkembangan media sosial membawa tantangan baru dalam menjaga kerukunan karena informasi dapat menyebar dengan sangat cepat tanpa melalui proses penyaringan yang memadai. Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dalam menggunakan media digital agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun konten yang berpotensi memecah persatuan.
"Perkembangan media sosial menjadi tantangan baru dalam menjaga kerukunan karena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi dapat memicu kesalahpahaman serta mengganggu keharmonisan masyarakat hanya dalam waktu singkat," ungkap Fatkhur Rohman dalam Dialog Sanggau Menyapa, Kamis 23 Juli 2026.
Fatkhur menjelaskan bahwa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai informasi yang bersifat provokatif sering kali menjadi pemicu munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan antarwarga apabila tidak disikapi dengan sikap kritis dan penuh tanggung jawab.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan lain di media sosial adalah munculnya polarisasi, ketika seseorang hanya berinteraksi dengan kelompok yang memiliki pandangan serupa sehingga mudah menganggap pendapat yang berbeda sebagai ancaman. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memperlebar jarak antarkelompok apabila tidak diimbangi dengan sikap saling menghargai, keterbukaan, dan kemauan untuk berdialog secara sehat.
Fatkhur menambahkan bahwa generasi muda menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam penguatan literasi digital karena mereka merupakan pengguna media sosial yang sangat aktif setiap harinya. Melalui pendidikan literasi digital yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, menghindari penyebaran hoaks, serta membangun budaya komunikasi yang santun, damai, dan bertanggung jawab.
"Oleh karena itu, penguatan literasi digital, khususnya bagi generasi muda, perlu terus dilakukan agar media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar, memperkuat toleransi, serta menghadirkan narasi yang damai, menyejukkan, dan mempersatukan," katanya.
Fatkhur berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, komunitas, dan keluarga, terus bersinergi memperkuat literasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan persaudaraan, toleransi, dan kedamaian sehingga keberagaman di Kabupaten Sanggau tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan seluruh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....