Merawat Harmoni Dalam Keberagaman Bangsa

  • 23 Jul 2026 17:46 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kerukunan menjadi modal utama dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang hidup dengan berbagai perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial. Sikap saling menerima, menghargai, dan menghormati menjadi fondasi penting untuk menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, serta memperkuat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau, Suyono Asun, mengatakan bahwa kerukunan tidak akan terwujud apabila masih ada sikap saling membedakan atau memandang rendah orang lain karena perbedaan identitas. Menurutnya, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia sehingga perlu membangun hubungan yang dilandasi rasa saling percaya, kepedulian, dan persaudaraan yang tulus.

"Merawat kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat dimulai dengan sikap menerima sesama secara tulus tanpa membedakan suku, agama, latar belakang, maupun status sosial, karena setiap warga merupakan bagian dari persatuan bangsa," ungkap Suyono Asun dalam Dialog Sanggau Menyapa, Kamis 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa menerima sesama dengan hati yang terbuka merupakan langkah awal untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan saling menguatkan. Ia menilai perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama.

Suyono menuturkan bahwa sikap saling menghargai dan menghormati perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, maupun dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Dengan mengedepankan dialog, kepedulian, dan semangat kebersamaan, berbagai perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan yang mempererat persatuan serta memperkokoh keharmonisan antarumat beragama.

Menurutnya, toleransi bukan berarti menghilangkan keyakinan masing-masing, melainkan menghormati hak setiap orang untuk menjalankan kepercayaannya dengan tetap menjaga kedamaian dan ketertiban bersama. Sikap tersebut akan memperkuat rasa persaudaraan, mengurangi potensi konflik, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh semangat gotong royong bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Dengan mengedepankan sikap saling menghargai, saling menghormati, dan memperkuat toleransi, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis," katanya.

Suyono berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau terus menjaga semangat persatuan dengan mengedepankan sikap saling menerima, menghormati, dan peduli terhadap sesama tanpa memandang perbedaan apa pun. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat kerukunan sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah yang damai, harmonis, sejahtera, serta menjadi teladan bagi kehidupan bermasyarakat yang penuh toleransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....