Pelatih Paskibra Ungkap Tantangan Tersulit Melatih Anggota Tim

  • 20 Jul 2026 20:10 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di balik gerakan baris-berbaris yang terlihat kompak dan tegas, ternyata tersimpan tantangan yang jauh lebih berat daripada sekadar menyamakan langkah. Seorang pelatih justru dituntut mampu menyatukan mental, emosi, dan karakter para anggota agar mampu bertumbuh menjadi satu tim yang solid.

Pelatih Paskibra MAN 1 Pontianak, Fadli Ihsan mengatakan, keberhasilan sebuah pasukan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis saat berlatih. Menurutnya, membangun kekompakan dan menjaga kondisi psikologis para anggota menjadi pekerjaan terbesar yang harus diselesaikan selama proses pembinaan.

"Kalau untuk pelatih, selama ini yang susah bukan mengatur teknis gerakannya, tetapi lebih melatih mental. Kadang saat latihan muncul konflik antaranggota dan tugas kami sebagai pelatih adalah mencairkan suasana agar pasukan kembali kompak," ungkap Fadli dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 20 Juli 2026.

Fadli menjelaskan, gerakan dasar baris-berbaris sebenarnya relatif mudah dipelajari oleh para siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Namun, ia menilai proses menyatukan karakter remaja dengan latar belakang dan emosi yang berbeda membutuhkan kesabaran, komunikasi, serta pendekatan yang konsisten.

"Gerakan dari tingkat SD sampai MA sebenarnya sangat mudah dibentuk. Tetapi kalau untuk emosional adik-adik, itu yang paling sulit kami tangani karena setiap anak memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda," jelasnya.

Ia mengatakan, seorang pelatih bukan hanya bertugas mengoreksi gerakan, tetapi juga menjadi pendengar, motivator, sekaligus penengah ketika terjadi persoalan di dalam tim. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan latihan yang sehat sehingga para anggota lebih percaya diri dan fokus mengejar tujuan bersama.

"Saya selalu mengajarkan kepada adik-adik agar mengingat proses latihan, bukan hanya mengejar juara. Ketika mereka menghargai setiap perjuangan yang dilalui, mental mereka akan lebih kuat saat menghadapi perlombaan," ujarnya.

Fadli berharap, semakin banyak generasi muda memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah membentuk karakter dan kemampuan bekerja sama. Ia meyakini keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh mental yang tangguh, disiplin, dan mampu menghadapi setiap tantangan bersama tim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....