BPPMHKP Entikong Terbitkan 359 Sertifikat Ekspor Perikanan
- 16 Jul 2026 20:01 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Wilayah Kerja Entikong menerbitkan 359 Health Certificate(HC) atau sertifikat kesehatan produk perikanan hingga pertengahan Juli 2026. Sertifikat tersebut mengawal pengiriman produk dengan total volume mencapai 1.098,42 ton dan nilai ekspor sekitar Rp131,6 miliar.
"Health Certificate merupakan jaminan bahwa produk perikanan yang diekspor telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan negara tujuan. Tanpa sertifikat ini, produk tidak dapat dipasarkan ke luar negeri," kata Kepala BPPMHKP Wilayah Kerja Entikong, Miharjo, Kamis 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, komoditas ekspor perikanan yang disertifikasi meliputi ikan hidup, ikan segar, ikan beku, udang, kepiting bakau, hingga produk olahan perikanan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kelengkapan administrasi, kualitas produk, hingga pemenuhan standar sanitasi.

Menurut Miharjo, percepatan layanan sertifikasi menjadi salah satu strategi BPPMHKP dalam mendukung peningkatan ekspor nasional. Pelayanan yang cepat dan akurat diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperlancar arus perdagangan di kawasan perbatasan.
"Kami terus meningkatkan kualitas layanan agar proses sertifikasi berjalan lebih efisien, namun tetap memenuhi standar internasional. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengekspor produknya tepat waktu dan menjaga kepercayaan pasar luar negeri," ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya penerbitan sertifikat menunjukkan semakin besarnya kepercayaan eksportir memanfaatkan jalur perbatasan Entikong sebagai pintu perdagangan internasional. Kondisi tersebut juga memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah strategis dalam mendukung peningkatan ekspor sektor kelautan dan perikanan.
"Kami optimistis jumlah sertifikat ekspor akan terus bertambah hingga akhir tahun seiring meningkatnya permintaan pasar di negara tetangga Malaysia," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....