Bagini Cara Petani Sanggau Bertahan Ditengah Kekeringan
- 22 Jun 2026 21:17 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Hardius, petani asal Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau membagikan pengalamannya menghadapi musim kemarau panjang dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sanggau, Senin 22 Juni 2026. Faktor iklim dan cuaca, dikatakannya, memengaruhi aktivitas pertanian dan sumber penghasilan para petani.
Dia menyampaikan, kemarau panjang pernah melanda lahan pertanian di daerahnya. Hal tersebut berdampak pada sebagian petani yang tidak dapat mengolah lahan secara optimal.
“Sekitar tahun 2006 hingga 2007, kemarau panjang berlangsung hampir selama tiga bulan. Saat itu banyak petani kesulitan mengelola sawah dan mencari penghasilan dari sektor lain,” ujar Hardius.
Sebagian masyarakat, diungkapkannya, beralih menjadi penyadap karet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aktivitas tersebut dilakukan sembari menunggu kondisi cuaca kembali normal.
| Baca juga: Profesi Petani Kini Jadi Pilihan Menjanjikan |
“Banyak petani memilih menyadap karet karena lahan pertanian tidak dapat diolah secara maksimal. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Ketahanan masyarakat menghadapi perubahan cuaca, menurut dia, terbentuk melalui pengalaman panjang. Adaptasi terhadap kondisi alam menjadi bagian penting kehidupan petani di pedesaan.
“Petani harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca yang tidak menentu. Pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting menghadapi tantangan serupa,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....