Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan di Kabupaten Sanggau

  • 23 Jun 2026 15:35 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID , Entikong - Perubahan iklim yang semakin ekstrem dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sektor pertanian dan produksi pangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sanggau.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Nur Affandi, mengatakan perubahan iklim menyebabkan pola musim tanam menjadi tidak menentu. Dampaknya, produktivitas pertanian berpotensi mengalami penurunan.

"Perubahan iklim menyebabkan pola musim tanam menjadi tidak menentu dan berdampak pada produksi pangan daerah," kata Nur Affandi dalam program Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Senin 22 Juni 2026.

Menurutnya, dampak perubahan iklim terlihat dari pergeseran musim tanam dan meningkatnya risiko gagal panen di sejumlah kawasan pertanian. Kondisi tersebut menuntut petani untuk lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

Ia menjelaskan, pola curah hujan yang berubah sepanjang tahun membuat jadwal tanam di berbagai daerah ikut bergeser. Karena itu, petani perlu menyesuaikan metode budidaya agar hasil produksi tetap optimal.

Pemerintah daerah kata Affandi, terus mendorong penerapan strategi adaptasi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan petani dan penguatan sistem pendukung pertanian.

Sebagai langkah mitigasi, lanjutnya, pemerintah memperkuat pembangunan serta perbaikan jaringan irigasi. Selain itu, diversifikasi pangan juga terus didorong untuk menjaga stabilitas produksi secara berkelanjutan.

"Ketahanan pangan harus diperkuat melalui adaptasi dan inovasi pertanian di tingkat daerah," ujarnya.

Nur Affandi menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Ia berharap berbagai upaya adaptasi yang dilakukan dapat memperkuat sektor pertanian daerah. Dengan demikian, ketersediaan pangan masyarakat tetap terjaga meski menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....