BPBD Sebut Kawasan Pegunungan Sanggau Sangat Rawan Karhutla

  • 10 Jun 2026 08:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Memasuki pergantian cuaca menuju musim kemarau, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla kembali menjadi sorotan utama di berbagai wilayah yang memiliki kawasan hutan maupun area perkebunan luas yang mulai mengering. Kewaspadaan dari seluruh pihak kini kian ditingkatkan guna mengantisipasi munculnya titik-titik api baru akibat lonjakan suhu.

Menyikapi situasi tersebut, Sigit Purnomo Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau menjelaskan bahwa perhatian khusus kini tertuju pada Kabupaten Sanggau. Wilayah ini dipetakan masih sangat rentan terhadap Karhutla, mengingat fakta di lapangan menunjukkan masih terdapat kebiasaan sebagian masyarakat setempat yang membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kabupaten Sanggau masih sanggat rentan dengan kondisi karhutla karena jika kita lihat kondisi di Kabupaten Sanggau masih terdapat adanya yaitu masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar," ungkap Sigit dalam Obrolan Kentongan RRI Sanggau, Selasa 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan, meskipun secara geografis Kabupaten Sanggau tidak didominasi lahan gambut, tingkat kerentanannya tetap tinggi karena ancaman nyata justru mengintai kawasan perbukitan dan pegunungan. Saat kemarau tiba, vegetasi di dataran tinggi sangat mudah mengering sehingga berpotensi memicu kobaran api yang cepat menyebar, terutama lahan tidak dikendalikan.

"Memang saat ini untuk wilayah Kabupaten Sanggau masih rawan sangat rentan dengan kondisi Karhutla walaupun di daerah Kabupaten Sanggau tidak terdapat lahan gambut namun daerah - daerah pegunungan kemungkinan akan terjadi kebakaran," ujarnya.

Lebih lanjut Sigit menyampaikan, meskipun secara geografis Kabupaten Sanggau tidak didominasi lahan gambut, tingkat kerentanannya tetap tinggi karena ancaman nyata justru mengintai kawasan perbukitan. Saat kemarau tiba, vegetasi di dataran tinggi sangat mudah mengering sehingga berpotensi memicu kobaran api yang cepat menyebar, terutama pada aktivitas pembakaran.

" Karena kondisinya adalah kondisi yang kering karena terjadinya di pegunungan sehingga terseukut api sedikit saja dia akan terjadi kebakaran," ungkapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....