Kurangi Kemiskinan, Sanggau Maksimalkan Potensi UMKM

  • 02 Jun 2026 21:11 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Pemerintah Kabupaten Sanggau menempatkan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi utama dalam menekan angka kemiskinan. kata Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena mengatakan, selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sektor UMKM juga dinilai mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ya, pelaku usaha UMKM ini harapan kita nanti tentunya, di mana UMKM ini mendorong ekonomi di Kabupaten Sanggau dan juga mengurangi tingkat pengangguran," kata Wabup Susana usai Seminar Akhir Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Sanggau Tahun 2026–2030 di Aula Bapperida Sanggau, Selasa 2 Juni 2026.

Menurut Susana, Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM akan terus memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui berbagai pelatihan. Langkah tersebut dilakukan agar usaha yang selama ini masih berskala rumah tangga dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Dinas Perindagkop tentunya akan berupaya melatih para pelaku usaha UMKM, mendorong supaya bagaimana potensi-potensi mereka ini bukan hanya sekadar untuk rumah tangga saja, tetapi bisa kita promosikan ke tingkat 15 kecamatan, bahkan Kalbar dan juga nasional," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengembangan UMKM juga akan menyasar generasi muda. Pemerintah daerah ingin mendorong lahirnya wirausaha baru dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki masyarakat maupun potensi ekonomi lokal di setiap wilayah.

"Dalam mendukung program UMKM ini, ada pelatihan-pelatihan terutama untuk generasi muda. Harapan saya para pelaku usaha UMKM ini punya keterampilan-keterampilan khusus yang tentunya harus menjadi komitmen kita bersama," ucapnya.

Wabup Susana menilai peluang usaha saat ini tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan atau produksi barang. Berbagai profesi kreatif seperti penata rias, fotografer, hingga kreator konten digital juga dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus sarana promosi potensi daerah.

"Mereka juga boleh dilatih misalnya untuk salon, MUA, menjadi fotografer ataupun menjadi YouTuber dan TikTok untuk mempromosikan kekayaan pariwisata dan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Sanggau," jelasnya.

Selain penguatan sumber daya manusia, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pemetaan potensi ekonomi masyarakat. Ia berharap, data dari Sensus Ekonomi yang tengah dilaksanakan mampu memberikan gambaran potensi UMKM di seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Sanggau.

"Sehingga ini kita bisa melihat potensi-potensi UMKM di setiap 15 kecamatan dan 169 desa dan kelurahan. Potensi apa yang bisa kita gali dan tentunya di situ nanti akan kita lakukan pembinaan," ungkap Wabup.

Ia mencontohkan sejumlah produk lokal yang memiliki peluang untuk berkembang lebih luas, seperti kerajinan dan Batik Sabang Merah. Disebutkan, produk-produk unggulan daerah perlu mendapat dukungan promosi agar mampu menembus pasar yang lebih besar.

"Misal ada kerajinan ataupun Batik Sabang Merah, potensinya seperti apa untuk promosi-promosi ke tingkat nasional," kata Wabup Susana.

Selain pembinaan, akses permodalan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dikatakan, Pemkab Sanggau berencana memperkuat koordinasi dengan sektor perbankan guna memastikan pelaku UMKM memperoleh dukungan pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.

"Mungkin nanti boleh bersama dengan Bapperida untuk kita duduk bersama dengan para pelaku usaha, terutama perbankan juga. Sejauh mana akses dukungan dari perbankan yang ada di Kabupaten Sanggau terhadap para pelaku usaha UMKM," katanya.

Wabup Susana menegaskan, penguatan UMKM merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sanggau. Melalui peningkatan keterampilan, perluasan pasar, dan dukungan permodalan, pemerintah daerah optimistis target penurunan angka kemiskinan menjadi 3,30 persen pada 2030 dapat tercapai.

"Karena perlu kita dorong UMKM ini kan membuka lapangan pekerjaan, dan ini salah satu mendorong bagaimana percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sanggau. Target kita tentunya di tahun 2030 mencapai 3,30 persen, tentunya harapan kita bisa capai, optimis kita," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....