Atlet Sumpit Sanggau Ajak Generasi Muda Lestarikan Olahraga Tradisional

  • 22 Mei 2026 15:13 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Cabang olahraga tradisional Sumpit di Kabupaten Sanggau menghadapi sejumlah tantangan dalam menarik minat generasi muda. Minimnya ketertarikan anak muda dinilai menjadi perhatian serius bagi para atlet dan pegiat olahraga tradisional tersebut.

Atlet Sumpit berprestasi asal Sanggau, Agustina Sartika, mengatakan perkembangan olahraga sumpit saat ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Terutama dalam upaya regenerasi atlet di kalangan pelajar dan anak muda.

Menurutnya, sebagian besar generasi muda di Sanggau lebih tertarik pada olahraga modern dibanding olahraga tradisional. Kondisi tersebut membuat olahraga sumpit mulai kurang diminati dan jarang ditekuni secara serius.

Selain faktor minat, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi kendala dalam pengembangan olahraga sumpit. Harga alat sumpit yang tergolong mahal membuat tidak semua kalangan mampu memilikinya.

“Peralatan sumpit memang cukup mahal sehingga banyak anak muda belum bisa menjangkaunya,” kata Agustina dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kesiapan mental para atlet juga menjadi faktor penting dalam olahraga sumpit. Sebab, olahraga tersebut membutuhkan konsentrasi tinggi, ketenangan, dan ketepatan dalam setiap pertandingan.

Menurut Agustina, kapasitas latihan yang masih terbatas turut mempengaruhi perkembangan kemampuan atlet muda. Latihan yang rutin dan pendampingan yang baik sangat diperlukan untuk mencetak atlet berprestasi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, dirinya tetap optimistis olahraga sumpit dapat terus berkembang di Kabupaten Sanggau. Dukungan pemerintah, sekolah, dan komunitas dinilai penting dalam menjaga eksistensi olahraga tradisional tersebut.

Tika sapaan akrabnya berharap generasi muda tidak melupakan budaya daerah yang diwariskan secara turun-temurun. Ia mengajak anak muda di Sanggau untuk mulai mengenal dan mencintai olahraga sumpit sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

“Olahraga sumpit bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga bagian dari budaya yang harus kita lestarikan bersama,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....