Partisipasi Balita Posyandu Sanggau Masih Rendah Tahun Ini

  • 21 Mei 2026 21:02 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Stepanus Jonedi mengungkapkan, tingkat aktivitas posyandu di Kabupaten Sanggau masih berada di atas target nasional. Namun, menurutnya, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan partisipasi masyarakat, khususnya balita yang datang ke posyandu.

“Untuk tingkat aktivitas posyandu di Kabupaten Sanggau, kita selalu berada di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 75 persen. Berdasarkan laporan pada sistem web kami, capaian aktivitas posyandu tahun 2025 mencapai 91 persen, sedangkan tahun 2026 hingga Februari sudah berada di angka 58 persen,” ungkap Stepanus Jonedi saat diwawancarai di Hotel Harvey Sanggau, Kamis, 21 Mei 2026.

Jonedi menjelaskan, capaian aktivitas tersebut menunjukkan posyandu di Kabupaten Sanggau masih berjalan aktif dan konsisten dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Meski demikian, ia menilai kualitas layanan dan tingkat kehadiran sasaran pelayanan masih perlu ditingkatkan agar manfaat posyandu dapat dirasakan lebih maksimal.

“Kalau dari sisi kualitas, posyandu ini melayani ibu hamil, lansia, remaja, hingga balita, tetapi tingkat partisipasi balita untuk datang ke posyandu masih berada di bawah target. Target kehadiran balita sebenarnya harus di atas 90 persen, namun realita di lapangan saat ini rata-rata masih berada di kisaran 49 sampai 50 persen,” katanya.

Ia mengatakan, rendahnya partisipasi balita menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting. Kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau bersama lintas sektor kini terus berupaya meningkatkan daya tarik layanan posyandu agar masyarakat lebih aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan dasar tersebut.

“Melalui momentum ini, kita ingin menyatukan komitmen bersama untuk meningkatkan minat masyarakat datang ke posyandu. Kita ingin menunjukkan bahwa Posyandu memiliki layanan enam Standar Pelayanan Minimal atau SPM, termasuk pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan bermanfaat bagi Masyarakat,” tuturnya.

Jonedi menegaskan, posyandu merupakan layanan kesehatan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat sehingga keberadaannya sangat penting hingga tingkat desa. Ia berharap, peningkatan kualitas layanan dan penguatan sinergi lintas sektor dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus membantu pencapaian berbagai indikator pelayanan dasar pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....