Pelestarian Kain Kalengkang Terus Diperkuat

  • 20 Mei 2026 20:09 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena terus mendorong pelestarian kain kalengkang sebagai produk budaya khas Kabupaten Sanggau yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi. Pelestarian kerajinan tersebut dinilai penting agar warisan budaya Melayu tetap terjaga.

“Kain kalengkang merupakan ciri khas Kabupaten Sanggau yang perlu terus dipromosikan hingga tingkat nasional dan internasional. Proses pembuatannya cukup rumit sehingga memiliki nilai jual yang tinggi,” kata Susana Herpena di Sanggau pada Rabu, 20 Mei 2026.

Ia mengungkapkan, pembuatan satu lembar kain kalengkang membutuhkan waktu cukup lama karena seluruh proses dilakukan secara detail dan manual. Dalam kondisi penuh, pengerjaan kain dapat memakan waktu sekitar 15 hingga 30 hari.

“Satu kain kalengkang bisa dihargai sekitar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000. Nilai itu sebanding dengan tingkat kesulitan dan lamanya proses pengerjaan,” ungkapnya.

Selain dalam bentuk kain, pengembangan produk kalengkang juga mulai dilakukan dalam bentuk aksesoris dan kerajinan lainnya. Upaya tersebut dilakukan agar produk lebih mudah dijangkau masyarakat dan memiliki pasar lebih luas.

“Saat ini, pengembangan kalengkang banyak variasinya misalnya dalam bentuk tas, dompet hingga motif batik. Ini menjadi langkah agar produk budaya tetap diminati,” jelasnya.

Pelestarian kain kalengkang disebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dukungan pelatihan serta pembinaan UMKM diharapkan mampu menjaga keberlangsungan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin di Kabupaten Sanggau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....