Program ASUH Jadi Acuan Pemilihan Hewan Kurban di Sanggau
- 19 Mei 2026 12:12 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah penerapan program Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) menjadi fokus utama dalam pemilihan hewan kurban di Kabupaten Sanggau. Selain itu, pemeriksaan rutin terus dilakukan oleh pihak terkait agar memastikan sesuai syariat dan memenuhi standar kesehatan.
"Hewan yang layak untuk dijadikan sebagai kurban harus memenuhi empat unsur program ASUH. Artinya hewan tersebut Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sanggau, Nasri Rajali dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Nasri, pemeriksaan kondisi fisik penting untuk dilakukan sebelum masyarakat melakukan pembelian. Pengecekan tersebut meliputi kebersihan kandang, kelengkapan anggota tubuh, dan kesehatan hewan kurban yang bersifat umum
"Untuk usia hewan yang bisa dikurbankan bervariasi. Kambing domba usianya minimal masuk 1 sampai 2 tahun, kemudian untuk kambing kacang dan sapi usianya masuk ke 2 sampai 3 tahun, serta hewan Unta adalah usia 5 tahun ke atas" ujarnya.
| Baca juga: Data Akurat Dorong Kemajuan Sanggau |
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur dengan harga daging yang murah tanpa memastikan terlebih dahulu kualitas kebersihan serta kesehatannya. Hal ini menurutnya penting untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsinya.
"Dari MUI mensyaratkan setiap hewan yang dijadikan kurban harus lolos dari pemeriksaan dari bagian kesehatan hewan. Dalam hal ini yang melakukan pemeriksaan adalah dari Disbunnak," katanya.
Ketua MUI Sanggau berharap masyarakat mampu memahami pentingnya memilih hewan kurban sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku dan aturan agama. Selain itu, pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama dinilai mampu menjaga kualitas pangan, termasuk daging hewan kurban menjelang Iduk Adhal 1447 Hijriah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....