Dinkes Sanggau Pacu Peningkatan RS Temenggung Gergaji
- 17 Mei 2026 20:35 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menargetkan peningkatan layanan Rumah Sakit Temenggung Gergaji sebagai bagian dari upaya memperkuat akses kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori, menyampaikan, target utama tahun ini adalah menaikkan status rumah sakit tersebut, dari tipe D ke tipe C melalui pemenuhan standar pelayanan dan akreditasi.
“Selama ini Rumah Sakit Temenggung Gergaji memang masih memiliki banyak kekurangan, bahkan terkesan tertinggal dan kurang mendapat perhatian. Tahun ini kami mulai berpacu agar rumah sakit ini bisa ditingkatkan statusnya, paling tidak dari tipe D menjadi tipe C,” kata Najori di Sanggau pada Minggu, 17 Mei 2026.
Najori menjelaskan, peningkatan status rumah sakit terkendala sejumlah persyaratan akreditasi, terutama ketersediaan tenaga kesehatan spesialis dan fasilitas pendukung layanan medis. Selain tenaga dokter spesialis, disebutkan, sarana pengolahan limbah rumah sakit atau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga masih perlu pembenahan agar memenuhi standar operasional.
“Persoalan terbesar saat ini adalah tenaga dokter spesialis belum tersedia, kemudian fasilitas IPAL juga belum memadai. Tahun ini kami usahakan pengajuan perbaikan IPAL bisa masuk dalam perubahan anggaran agar segera ditangani,” ucapnya.
Ia menambahkan, minimnya dokter spesialis berdampak langsung pada rendahnya kunjungan pasien ke rumah sakit tersebut. Saat ini, pelayanan masih didominasi dokter umum sehingga masyarakat lebih memilih fasilitas kesehatan lain yang dinilai memiliki layanan lebih lengkap.
“Karena tidak ada dokter spesialis, kunjungan pasien di sana masih sedikit. Masyarakat umumnya hanya datang untuk kondisi darurat, sedangkan untuk pelayanan lanjutan mereka memilih rumah sakit lain,” jelas Najori.
Najori mengatakan, pemerintah daerah mulai melakukan pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk perbaikan atap bocor serta ruang IGD. Ia menegaskan, Dinas Kesehatan juga terus mengupayakan dukungan pendanaan melalui APBD dan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melengkapi alat kesehatan hingga 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....