Regenerasi Pengrajin Kain Kalengkang Sanggau Hadapi Kendala

  • 14 Mei 2026 19:41 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Regenerasi pengrajin kain tradisional Kalengkang di Kabupaten Sanggau kini menjadi tantangan pelestarian budaya lokal. Pendiri Sanggar Segentar Alam, Sunaryo Adema menyampaikan, minimnya minat generasi muda membuat jumlah pengrajin kain khas daerah tersebut semakin terbatas.

“Di Sanggar Segentar Alam ada 15 orang pengrajin, tetapi yang aktif hanya enam orang. Rata-rata yang masih aktif merupakan ibu rumah tangga,” kata Sunaryo Adema di Sanggar Segentar Alam, Sanggau pada Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sebagian pengrajin lainnya tidak aktif karena terkendala waktu dan pekerjaan. Menurutnya, proses pembuatan kain Kalengkang yang membutuhkan waktu hingga satu bulan juga menjadi tantangan tersendiri.

“Bukan karena tidak bisa, tetapi banyak yang sibuk bekerja. Membuat satu kain saja bisa memakan waktu satu bulan,” ungkapnya.

Selain di Sanggar Segentar Alam, ia menyebut, pengrajin Kalengkang juga masih ditemukan di beberapa wilayah lain seperti Muara Kantu. Namun jumlah pengrajin aktif di daerah tersebut juga dinilai sangat sedikit.

“Kami berharap generasi muda tertarik belajar agar kain Kalengkang tidak punah. Dukungan pemerintah juga sangat kami harapkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, meski menghadapi keterbatasan pengrajin, upaya pelestarian kain Kalengkang terus dilakukan melalui sanggar seni dan dukungan berbagai pihak. Sunaryo berharap kain tradisional khas Sanggau tersebut tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....