Pelaku Bengkel di Sanggau Keluhkan Kenaikan Harga Pelumas Impor

  • 12 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kenaikan harga bahan baku pelumas mulai dirasakan pelaku usaha bengkel motor di Sanggau sejak Maret 2026 hingga kini. Salah seorang pemilik bengkel motor, Guslim menyebut, kondisi ini dipicu gejolak konflik di Iran yang berdampak pada pasokan minyak dunia dan memengaruhi harga produk turunan di pasar lokal.

“Sejak Maret harga oli sudah naik, lalu April kemarin sampailah sekarang naik dan hampir semua merek,” kata Guslim di Sanggau, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Guslim, kenaikan terjadi merata karena bahan baku pelumas masih bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah. Ia menyebut, situasi konflik membuat harga modal pembelian di tingkat bengkel ikut meningkat dalam dua bulan terakhir.

“Bahan baku oli masih banyak bergantung dari Timur Tengah, jadi hampir semua merek ikut naik,” ucapnya.

Ia mencontohkan, salah satu produk yang mengalami lonjakan adalah Federal Ultratec, dari sebelumnya Rp44.000 menjadi Rp58.000 per kemasan untuk harga modal bengkel. Kenaikan itu juga mulai diikuti sejumlah sparepart impor yang masuk melalui distributor.

“Kalau sparepart ada yang sudah naik, tapi ada juga yang masih harga lama karena distributor mengurangi keuntungan,” jelas Guslim.

Guslim mengatakan, pelaku usaha bengkel terpaksa menyesuaikan harga layanan agar operasional tetap berjalan. Ia berharap, harga pelumas dan suku cadang impor segera stabil agar daya beli pelanggan tidak terus menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....