Pemuda Sungai Kakap Bangkitkan Mangrove Kalimantan Barat
- 09 Mei 2026 19:17 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kondisi banjir rob yang hampir setiap tahun melanda kawasan pesisir Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi titik awal perjuangan Rudi Hartono salah seorang pemnuda asal Kabupaten Kubu Raya dalam menjaga lingkungan. Kerusakan mangrove yang semakin parah membuat pemuda desa itu tergerak melakukan aksi nyata bersama pemuda desa.
Berbekal kepedulian terhadap kampung halamannya, Rudi mulai mengajak teman-teman dan para pemuda untuk melakukan penanaman kembali mangrove di wilayah pesisir. Langkah kecil tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan lingkungan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun pemerintah.
“Kalau mangrove habis, abrasi dan banjir rob akan terus terjadi, sehingga kami berinisiatif mengajak pemuda menanam kembali mangrove demi masa depan desa,” kata Rudi dalam Obrolan RRI Green Radio, Sabtu 9 Mei 2026.
Diakuinya, gerakan reboisasi mangrove itu dimulai pada tahun 2016 dengan melibatkan sekitar 40 pemuda yang bersedia turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan pembibitan, penanaman, hingga perawatan mangrove secara swadaya di kawasan pesisir Sungai Kakap.
Namun perjuangan tersebut kata Rudi, tidak berjalan mudah karena sebagian orang tua pemuda menilai kegiatan itu tidak memberikan penghasilan yang pasti. Akibatnya, pada tahun 2018 jumlah anggota yang bertahan hanya tersisa enam orang saja.
“Kami sempat hampir menyerah karena banyak anggota mundur, tetapi enam orang yang bertahan sepakat tetap melanjutkan perjuangan ini,” ujarnya.
Tidak ingin gerakan itu berhenti, Rudi kemudian memanfaatkan media sosial untuk mengajak pemuda dari luar desa ikut bergabung dalam aksi pelestarian mangrove. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil ketika semakin banyak komunitas lingkungan yang tertarik ikut membantu penanaman.
Ia menyampaikan, pada tahun 2020 pihaknya mulai berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam pengembangan kawasan mangrove dan edukasi lingkungan. Kolaborasi itu membuka peluang lebih besar bagi berbagai komunitas dan relawan untuk terlibat dalam kegiatan penghijauan pesisir.
“Dukungan pemerintah dan komunitas sangat membantu karena gerakan penanaman mangrove menjadi lebih luas dan terorganisir,” katanya.
Kini, kelompok yang dipimpin Rudi telah memiliki 65 titik pembibitan mangrove yang dikelola secara bertahap bersama masyarakat. Bibit-bibit tersebut nantinya disalurkan kepada warga dan komunitas yang ingin melakukan penanaman mangrove di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
Dedikasi salah seorang pemuda Kubu Raya dalam menjaga ekosistem pesisir mengantarkannya menerima penghargaan Kalpataru dan Local Hero Pariwisata Indonesia. Penghargaan itu menjadi bukti bahwa gerakan sederhana dari desa mampu membawa dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....