Volume Sampah SPPG di Sanggau Meningkat, DLH Ingatkan Perkuat Pengelolaan Mandiri
- 27 Apr 2026 10:39 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Volume sampah dari kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir ini. Kondisi tersebut mulai terlihat dari bertambahnya timbulan sampah harian di sejumlah titik wilayah pelayanan dan fasilitas pendukung, dan sekolah penerima layanan kegiatan.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau, Sumardi, menyampaikan adanya tren peningkatan volume sampah yang perlu diantisipasi sejak awal. Ia menilai pertumbuhan kegiatan pelayanan gizi turut berdampak langsung terhadap jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Produksi sampah dari kegiatan pelayanan gizi ini meningkat cukup signifikan dan terlihat jelas di beberapa titik operasional. Jika tidak ditangani dengan baik sejak awal, kondisi ini dapat memicu permasalahan lingkungan yang lebih besar,” ujar Sumardi dalam program Green Radio, Pro 1 RRI Sanggau, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya, jenis sampah yang dihasilkan tidak hanya berasal dari sisa makanan, tetapi juga dari kemasan sekali pakai. Hal ini menyebabkan kompleksitas pengelolaan sampah menjadi lebih tinggi karena membutuhkan metode penanganan yang berbeda.
“Sampah yang dihasilkan terdiri dari organik seperti sisa makanan dan juga anorganik seperti plastik kemasan. Keduanya memerlukan penanganan berbeda agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar,” jelasnya.
Dikatakannya, peningkatan volume sampah ini harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana pengelolaan di setiap lokasi SPPG. Tanpa kesiapan tersebut, potensi penumpukan sampah akan semakin sulit dikendalikan.
“Setiap unit kegiatan harus memiliki perencanaan pengelolaan sampah yang jelas dan fasilitas pendukung yang memadai. Hal ini penting agar sampah tidak langsung dibuang tanpa proses pengolahan terlebih dahulu,” katanya.
Sumardi menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan langsung ke beberapa lokasi untuk melihat kondisi riil di lapangan. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan adanya pengelolaan yang belum optimal di beberapa titik.
“Masih ada beberapa lokasi yang belum maksimal dalam mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan,” ungkapnya.
Sumardi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pelayanan gizi dapat lebih serius dalam mengelola sampah yang dihasilkan. Upaya bersama ini dinilai penting agar peningkatan volume sampah tidak berubah menjadi krisis lingkungan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....