SNBP Mutia Tertunda akibat Kecelakaan Nahas di Penyeladi

  • 05 Apr 2026 22:55 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Perjalanan Mutia untuk melengkapi syarat daftar ulang SNBP di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak harus tertunda setelah bus yang ditumpanginya masuk jurang di Desa Penyeladi, Kabupaten Sanggau. Didalam bus nahas itu, Mutia berangkat ditemani bibinya.

“Saya Alhamdulillahnya keterima SNBP di Untan. Jadi salah satu syarat daftar ulangnya itu harus syarat tes narkoba di Klinik Untan. Jadi saya mau ke sana, ditemani bibi saya tadi,” kata Mutia di RSUD MTh Djaman Sanggau, Minggu 5 April 2026 malam.

Mutia menceritakan, sebelum kejadian dirinya sempat tertidur di dalam bus hingga akhirnya terbangun karena teriakan penumpang lain. Dalam waktu singkat, situasi berubah mencekam ketika bus kehilangan kendali dan terjun ke jurang.

“Saya waktu di dalam bus itu tidur, lalu kebangun karena orang-orang sudah teriak-teriak, pas busnya lagi nurun,” ungkapnya.

Mutia menuturkan, dirinya sempat melihat sopir diduga dalam kondisi mengantuk sebelum kecelakaan terjadi. Ia juga melihat sopir diguncang oleh kernet beberapa saat sebelum bus masuk ke jurang.

“Saya lihat sopirnya itu digoncang sama kernet, jadi saya kira mungkin sopirnya ngantuk, lalu sepersekian detik langsung masuk jurang,” ucapnya.

Dalam kondisi panik, ia berusaha menyelamatkan diri sekaligus membantu bibinya keluar dari bus yang terguling. Keduanya kemudian merangkak naik ke atas dan dibantu oleh warga sekitar.

“Saya tarik bibi saya, lalu kami keluar dan loncat dari bus, terus merangkak naik ke atas dibantu warga,” tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya bersama korban lain kemudian dievakuasi menggunakan ambulans pertama yang tiba di lokasi. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Di ambulans pertama itu ada kami berenam, langsung dibawa ke sini untuk dapat penanganan,” katanya.

Mutia mengungkapkan, dirinya mengalami luka ringan di bagian kepala, alis, dan telinga akibat pecahan kaca. Sementara itu, kondisi bibinya cukup parah dengan luka robek di wajah hingga harus mendapatkan sekitar 30 jahitan.

“Saya luka di kepala kena kaca, di alis sama telinga, tapi tidak parah. Kalau bibi saya di kepala robek, di dagu juga, total sekitar 30 jahitan,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....