Perbedaan Penetapan Idulfitri, Muhammadiyah Ajak Umat Sikapi Bijak
- 19 Mar 2026 20:51 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Perbedaan penetapan hari raya dalam Islam kembali menjadi perhatian menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan yang digunakan oleh masing-masing organisasi keagamaan.
Wakil Sekretaris Muhammadiyah Sanggau, Tri Atmaja menyampaikan dalam kajian fikih Islam, perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan telah lama terjadi. Setiap metode yang digunakan memiliki dasar dan landasan yang sama-sama kuat.
“Di dalam fikih Islam memang ada perbedaan penentuan, karena metode yang digunakan itu sama-sama benar. Dalam fikih itu ada dua, benar dan sangat benar,” ujar Tri Atmaja pada Kamis, 19 Maret 2026.
Muhammadiyah sendiri telah menggunakan kalender Hijriah global tunggal sebagai acuan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Sistem ini disusun bersama sejumlah negara Islam untuk menyatukan penanggalan secara internasional.
“Dengan adanya kalender global tersebut, Muhammadiyah menetapkan pelaksanaan Idulfitri lebih awal dibandingkan yang lainnya. Meski begitu, perbedaan ini diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan dengan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan. Nilai toleransi dinilai penting agar momentum hari raya tetap berjalan dengan khidmat dan damai.
“Apabila nanti terjadi perbedaan, kita sikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan perpecahan. Muhammadiyah sendiri akan melaksanakan Salat Ied pada Jumat, 20 Maret 2026,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....