Ramadan Momentum Move Dari Dosa menuju Hidup Bertaqwa

  • 06 Mar 2026 19:14 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Besarnya pengorbanan Rasulullah SAW tercermin dari doa beliau yang senantiasa dipanjatkan agar umat manusia menjadi hamba yang bertaqwa kepada Allah SWT sehingga kelak umat dapat berkumpul bersama di surga-Nya. Jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia dan Ramadan ini merupakan bulan terakhir yang kita jalani, semoga Allah senantiasa menjadikan umat-Nya hamba yang ikhlas, dan tulus

Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Fadil Rahmat Hakma, Guru sekaligus penulis buku keluyuran penuh hikmah dalam obrolan Tauladan RRI Sanggau, Jum'at 6 Maret 2026. Menurutnya, Jikalau hari ini adalah ramadan terkahir bagi seorang manusia tentunya banyak hal yang akan di sesali oleh manusia apakaha di bulan ramadan sudah move on meninggalkan dosa - dosa masa lalu dan benar - benar menjadi move up naik kelas.

"Kalau hari ini hari terakhir manusia hidup di bumi ini di Ramadan ini apa yang akan di sesali oleh manusia, tentunya sangat banyak sekali apakah kita sudah benar - benar meninggalkan dosa - dosa di masa lalu dan move up naik kelas untuk senantiasa bertobat dari dosa masa lalu, " jelas Ustadz Fadli Rahmat.

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, dipenuhi dengan rahmat, pengampunan, dan berbagai kebaikan dari Allah SWT. Jangan sampai manusia terjebak dalam penyesalan atas dosa-dosa di masa lalu sehingga lupa untuk bertaubat dan memperbaiki diri, Mari manfaatkan setiap momen di bulan yang mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ibadah, dan menanamkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Bulan ini begitu banyak pengampunan, begitu banyak rahmat dari Allah SWT salah satunya yaitu menyambut lailatul qadar saatnya move on dari dosa dan move up ke taqwa jadi kita ini jangan terllau sibuk dengan dosa kita di masa lalu," katanya

Ia menyebut, jika manusia hanya bertahan di dunia karena harta, kedudukan, atau jabatan, besar kemungkinan mereka akan kecewa ketika keinginan itu tidak tercapai. Kekecewaan dan kesedihan semacam inilah yang sering membuat seseorang sulit melepaskan diri dari dosa-dosa masa lalu padahal, hidup seharusnya dijalani dengan kesadaran bahwa kebahagiaan sejati datang dari mendekatkan diri kepada Allah, bukan semata-mata dari harta atau jabatan.

"Hari ini manusia bertahan di dunia karena harta benda, untuk jabatan pastia akan kecewa karena jika tidak terjadi manusia pasti akan merasa sedih, dan sedih ini;ah yang membuat manusia tidak move on dari dosa - dosa masa lalu," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....