Merasa Hampa dan Kehilangan Semangat, Ini Penyebab dan Solusinya

  • 15 Mar 2026 19:46 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perasaan kehilangan semangat dalam beribadah, atau yang kerap disebut futur, menjadi pengalaman yang tidak jarang dirasakan banyak orang, terutama generasi muda yang hidup di tengah arus kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi. Dalam kondisi tersebut, seseorang dapat merasakan kehampaan batin, kegelisahan yang sulit dijelaskan, bahkan kebingungan karena tidak memahami secara pasti apa yang menjadi sumber kegundahan yang dirasakannya.

Komandan PASKAS (Pasukan Amal Sholeh) Mempawah, Restu Abi, menjelaskan bahwa naik turunnya iman pada dasarnya merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap manusia dan merupakan bagian dari perjalanan keimanan yang tidak selalu berada pada titik yang sama. Namun demikian, ia menekankan bahwa kondisi tersebut perlu disikapi dengan langkah yang tepat dan kesadaran diri yang kuat, agar perasaan futur tidak berlarut-larut dan justru dapat menjadi momentum untuk kembali memperbaiki serta menguatkan hubungan dengan Allah.

“Iman itu naik karena kebaikan yang kita lakukan dan iman itu turun karena kemaksiatan yang kita lakukan. Kadang kita merasa sedih dan gelisah tanpa tahu sebabnya, itulah yang sering dialami anak muda hari ini," ungkapnya dalam Obrolan Tauladan Pro 2 RRI Sanggau, Jumat 13 Maret 2026.

Restu Abi menjelaskan bahwa salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi kondisi futur adalah dengan memperbaiki serta menata kembali lingkungan pergaulan, karena lingkungan yang baik memiliki peran besar dalam menjaga semangat seseorang untuk tetap berada di jalan kebaikan. Kehadiran teman-teman yang saleh dan saling mengingatkan dapat menjadi penguat ketika seseorang mulai merasa lemah dalam beribadah atau perlahan menjauh dari nilai-nilai kebaikan.

“Carilah teman sefrekuensi yang baik agar kita selalu terjaga dalam kebaikan. Setan akan mudah menggoda manusia yang sendirian," ujarnya.

Lingkungan yang baik, kata Restu, dapat menjadi sarana yang membantu seseorang kembali mendekat kepada Allah ketika mulai diliputi kelalaian. Kehadiran orang-orang yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan, menurutnya, mampu menjadi penguat hati sekaligus pengarah langkah agar seseorang tidak semakin jauh dari nilai-nilai keimanan.

“Kalau kita tidak bisa menemukan orang baik, mintalah kepada Allah agar ditemukan oleh orang baik. Dengan begitu kita akan selalu ditarik kembali kepada jalan kebaikan,"katanya.

Restu mengajak generasi muda untuk tidak mudah menyerah ketika merasakan penurunan semangat dalam beribadah atau melemahnya iman karena kondisi tersebut bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan bagian dari proses yang dapat menjadi pengingat bagi seseorang untuk kembali memperbaiki diri. Ia berharap anak-anak muda terus berupaya menata kehidupan menjadi lebih baik, mulai dari memperkuat pergaulan yang positif, membangun kebiasaan yang mendekatkan diri kepada Allah, hingga menumbuhkan kesadaran untuk terus belajar memperbaiki kualitas iman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....