Ustadz Abu Hasan Jelaskan Perbedaan Zakat dan Sedekah
- 14 Mar 2026 21:33 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Masih banyak masyarakat yang belum memahami secara jelas perbedaan mendasar antara zakat dan sedekah, padahal keduanya memiliki aturan dan kedudukan yang berbeda dalam ajaran Islam. Kesalahpahaman ini kerap membuat seseorang mengira telah menunaikan zakat, padahal yang dilakukan sebenarnya hanyalah sedekah biasa yang tidak memenuhi syarat-syarat tertentu dalam ajaran Islam.
Direktur Masjid Kapal Munzalan Kubu Raya, Al-Ustadz Abu Hasan menegaskan bahwa pemahaman yang benar tentang zakat sangat penting agar umat tidak keliru dalam menjalankan kewajiban ini. Ia menyarankan agar edukasi tentang zakat terus digencarkan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana zakat fitrah menjadi fokus perhatian banyak orang.
“Zakat merupakan sesuatu yang wajib bagi orang yang mampu dan penerimanya sudah ditentukan dalam delapan golongan. Sedangkan sedekah lebih bebas karena dapat diberikan kepada siapa saja,” ungkap Abu Hasan dalam Obrolan Tauladan Pro 2 RRI Sanggau, Kamis 12 Maret 2026.
Abu Hasan menjelaskan bahwa zakat bukan hanya berbeda dalam hal kewajiban hukum, tetapi juga dalam cara penyalurannya terdapat aturan baku yang mengharuskan pengelolaan melalui amil yang bertugas memastikan zakat diterima oleh pihak yang tepat. Sementara, sedekah dapat disalurkan secara langsung oleh pemberi kepada siapa saja yang dianggap membutuhkan tanpa peraturan atau mekanisme yang ketat.
“Dalam zakat kita tidak boleh melewatkan peran amil karena mereka yang bertugas mengelola serta menyalurkan zakat kepada yang berhak. Sedangkan sedekah bisa langsung kita berikan kepada siapa saja yang kita inginkan,” jelasnya.
Ia menyebut, bahwa sistem pengelolaan zakat yang melibatkan peran amil pada dasarnya dirancang untuk memastikan proses penghimpunan dan penyalurannya berjalan secara tertib, terorganisasi, dan bertanggung jawab. Melalui mekanisme tersebut, distribusi zakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih adil, merata, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar menjangkau kelompok-kelompok yang berhak menerimanya serta tidak berpotensi terkumpul pada satu orang saja.
"Zakat bukan sekadar memberikan harta tetapi juga bagian dari sistem sosial dalam Islam. Zakat yang disalurkan melalui amil diharapkan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan berdasarkan simpati pribadi,” katanya.
Menurutnya, pemahaman yang benar dan mendalam mengenai zakat akan mendorong masyarakat untuk bersikap lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menyalurkannya. Ia berharap agar melalui edukasi yang intensif, masyarakat dapat terhindar dari kesalahan praktik dalam menunaikan kewajiban zakat dan tidak keliru menilai apa yang mereka lakukan.
“Dengan memahami perbedaan zakat dan sedekah, umat akan lebih mampu menunaikan zakat dengan benar. Ini akan meningkatkan kepedulian sosial dan memastikan bahwa zakat benar-benar sampai ke tangan yang berhak, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....