Pendidikan Anak Dimulai sejak dalam Kandungan

  • 05 Mar 2026 06:06 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Setiap manusia lahir dengan potensi luar biasa untuk menentukan arah hidupnya, dimana dalam proses kehidupan, individu memiliki kecenderungan untuk memilih antara jalan kebaikan atau keburukan, antara hidup yang bertakwa atau yang tergelincir pada kemaksiatan. Meski demikian potensi tersebut tidak otomatis tercermin dalam perbuatan nyata, melainkan dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, dan pengalaman sejak usia dini.

Hal itu disampaikan penyuluh agama Islam Kecamatan Noyan Fery Yanto, saat menjadi narasumber dalam Obrolan Mutiara Pagi, Kamis 5 Maret 2026. Ia menyoroti fenomena perilaku manusia saat ini, di mana kecenderungan menjauh dari nilai ketakwaan semakin tampak nyata karena berbagai bentuk kemaksiatan muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan banyak orang mudah terjerumus pada perbuatan yang melanggar aturan agama maupun norma sosial.

“Kalau kita meninjau perilaku manusia saat ini, terasa lebih dominan potensi untuk berbuat maksiat, baik terhadap Allah, kedua orang tua, diri sendiri, maupun berbagai kemaksiatan lainnya,” kata Fery.

Menurut Fery, kerakusan, keegoisan, dan kelalaian manusia terhadap nilai keimanan menjadi salah satu penyebab utama munculnya perilaku menyimpang, apabila fokus seseorang hanya pada kepentingan pribadi dan mengabaikan tanggung jawab spiritual. Potensi untuk berbuat maksiat, tidak jujur, dan merugikan orang lain semakin meningkat hal ini bukan sekadar masalah sosial, tetapi juga persoalan moral yang serius.

“Allah bahkan sudah mengingatkan manusia melalui sumpah-Nya dalam Surah Al-Asr tentang betapa manusia berada dalam kerugian jika tidak berpegang pada iman dan amal saleh. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa setiap anak dilahirkan di atas fitrah, yakni suci,” jelasnya

Ia menyampaikan, menjaga kefitrahan anak menjadi tanggung jawab utama orang tua sejak dini, jika orang tua terlalu lepas tangan dan hanya mengandalkan guru atau pihak lain, maka potensi anak untuk menjauh dari nilai keluarga dan kehilangan kedekatan emosional dengan orang tua menjadi besar. Keterlibatan aktif orang tua dalam mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai moral sejak awal menjadi kunci pembentukan karakter anak

“Menjaga kefitrahan itu penting. Kalau orang tua hanya mengandalkan guru tanpa terlibat langsung, potensi anak untuk jauh dari orang tua akan semakin besar,” ujarnya

Secara khusus Fery mencontohkan, bahwa bayi yang masih dalam kandungan ibu sudah mampu merespons rangsangan, termasuk suara ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan. Bayi bergerak tenang dan menunjukkan reaksi luar biasa saat mendengar bacaan suci oleh karena itu, jika ditelaah dari perspektif pendidikan Al-Qur’an, organ pertama yang berfungsi dalam kandungan adalah telinga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....