Jaga Fitrah Sejak Dini, Kunci Cegah Penyimpangan Moral

  • 05 Mar 2026 06:01 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Di tengah berbagai fenomena krisis moral yang kian mengemuka, penyuluh agama mengingatkan bahwa setiap manusia sejatinya dilahirkan dalam keadaan suci dan memiliki potensi besar untuk menentukan arah hidupnya. Namun tanpa bimbingan iman dan pendidikan yang tepat, potensi tersebut dapat bergeser menjauh dari nilai ketakwaan.

Pesan keagamaan ini disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Noyan Fery Yanto, dalam program Obrolan Mutiara Pagi, Kamis 25 Maret 2026. Ia menilai, berbagai perilaku menyimpang yang terjadi saat ini menunjukkan kecenderungan manusia lebih dominan pada tindakan yang menjauh dari ajaran agama dan norma sosial.

“Kalau kita melihat prahara perilaku manusia sekarang ini justru lebih terasa dominan berpotensi berbuat maksiat, baik bermaksiat kepada Allah, kepada kedua orang tua, kepada diri sendiri maupun maksiat lainnya,” ungkap Fery.

Menurutnya, kerakusan, keegoisan, dan kelalaian terhadap nilai-nilai keimanan menjadi pemicu utama munculnya berbagai penyimpangan perilaku. Ketika seseorang terlalu fokus pada kepentingan pribadi dan mengabaikan tanggung jawab spiritual, maka tindakan tidak jujur dan perbuatan merugikan orang lain cenderung meningkat.

Fery menjelaskan, peringatan tersebut sejatinya telah termaktub dalam Al-Qur'an, khususnya melalui Surah Al-Asr yang menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Ia juga mengutip sabda Muhammad SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci.

Karena itu, menjaga kefitrahan anak menjadi tanggung jawab utama orang tua. Untuk itu diingatkan agar orang tua tidak sepenuhnya menyerahkan pendidikan kepada guru atau lembaga pendidikan formal semata.

“Menjaga kefitrahan itulah sebenarnya. Kalau orang tua berlepas tangan dan hanya mengandalkan guru, maka potensi anak untuk jauh dari orang tua dan nilai-nilai keluarga itu sangat besar,” ujarnya.

Fery menambahkan, pendidikan anak bahkan dimulai sejak dalam kandungan. Menurutnya, bayi sudah mampu merespons rangsangan suara, termasuk lantunan ayat-ayat suci. Dalam perspektif pendidikan Islam, organ pendengaran menjadi salah satu yang pertama berfungsi, sehingga peran orang tua dalam memperdengarkan nilai-nilai kebaikan sejak dini sangat penting.

Melalui penguatan iman, keterlibatan aktif orang tua, serta pendidikan moral yang konsisten. Fery berharap generasi mendatang mampu tumbuh dengan karakter yang kuat dan tetap berada pada jalur ketakwaan di tengah tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....