Kolaborasi Pembangunan Kalbar–Sarawak Diperkuat di Sosek Malindo

  • 07 Nov 2025 13:11 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Sidang Komite Bersama Kerjasama Sosial dan Ekonomi (Sosek Malindo) Indonesia–Malaysia ke-38 yang berlangsung di Miri Sarawak, Malaysia resmi ditutup. Pertemuan itu memperkuat hubungan lintas batas antara Kalimantan Barat dan Sarawak.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli mengatakan, KJRI Kuching berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Sosek Malindo ke-38. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama yang berdampak langsung bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

“KJRI Kuching berpartisipasi dan mendukung kegiatan Sosek Malindo sebagai upaya kedua wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kelancaran konektivitas manusia, barang, dan jasa,” ujar Abdullah Zulkifli, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelasakan, pertemuan Internasional ini menjadi momentum penting bagi kedua wilayah serumpun untuk memperluas kolaborasi di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan perbatasan. Pertemuan berlangsung hangat dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan sebagai bangsa serumpun.

“Kami melihat suasana pertemuan sangat akrab dikedua negara, dan ini adalah awal yang sangat baik dalam melahirkan rumusan kesepakatan bersama,” ujarnya.

Ia juga mendukung penuh rencana peningkatan peserta Sosek Malindo Wilayah Sarawak yang akan melibatkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Langkah tersebut penting karena kedua provinsi tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama-sama.

Lebih lanjut, disebutkan Zulkifli, pertemuan di Miri membahas sejumlah isu strategis seperti penguatan perdagangan lintas batas Entikong–Tebedu, pembukaan PLBN Sei Kelik di Sintang, dan PLB Temajuk–Teluk Melano di Sambas. Kedua negara juga bersepakat memperkuat kerja sama dalam perlindungan tenaga kerja migran dan peningkatan pariwisata Pontianak–Kuching.

"Forum Sosek Malindo ke-38 juga membahas pemanfaatan sistem pembayaran digital QRIS di PLBN serta rencana pembukaan trayek bus umum Putussibau–Kuching. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ekonomi dan sosial antarwilayah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....