Lima Kuliner Indonesia Berbahan Sagu yang Menggugah Selera

  • 31 Mei 2025 16:11 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Sagu merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan sudah digunakan sejak lama oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di kawasan timur seperti Maluku dan Papua. Meskipun tidak sepopuler beras sebagai makanan pokok, sagu tetap bertahan sebagai bagian penting dari identitas kuliner nusantara. Berikut lima kuliner Indonesia berbahan sagu yang menarik untuk dicoba:

1. Papeda (Papua & Maluku)

Papeda mungkin adalah makanan berbahan sagu yang paling terkenal di Indonesia. Makanan khas Papua dan Maluku ini berupa bubur sagu yang bertekstur lengket dan bening, mirip lem. Papeda biasanya disantap bersama ikan kuah kuning berbumbu rempah, seperti kunyit dan daun kemangi. Karena tidak memiliki rasa yang kuat, papeda menyerap cita rasa dari lauk pendampingnya, menciptakan kombinasi yang gurih dan khas.

2. Sagu Lempeng (Maluku)

Sagu lempeng adalah roti keras berbahan dasar sagu yang dimasak dalam cetakan besi khusus. Teksturnya padat dan renyah di luar, namun bisa sedikit lembek di dalam jika disantap hangat. Roti ini biasanya disajikan bersama teh atau kopi, dan menjadi teman sarapan atau camilan masyarakat Maluku. Bentuknya pipih dan kotak, dengan aroma sagu bakar yang khas.

3. Bagea (Maluku & Papua)

Bagea merupakan kue kering khas Maluku dan Papua yang terbuat dari tepung sagu, kacang kenari, dan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkeh. Teksturnya keras namun akan melunak di mulut setelah dikunyah. Bagea sering dijadikan oleh-oleh karena daya tahannya yang cukup lama. Rasanya manis dan beraroma rempah, menjadikannya unik dibandingkan kue kering lainnya.

4. Sagu Tumbu (Sulawesi Selatan)

Sagu tumbu adalah makanan ringan khas Sulawesi Selatan yang dibuat dari sagu yang dicampur dengan gula merah dan parutan kelapa, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Rasanya manis dan legit, cocok dijadikan camilan tradisional. Makanan ini mencerminkan pemanfaatan bahan-bahan lokal yang sederhana namun kaya rasa.

5. Kapurung (Sulawesi Selatan)

Kapurung adalah makanan khas suku Bugis yang menggunakan sagu sebagai bahan utama. Sagu dicampur dengan air panas hingga membentuk adonan kental yang kemudian dibentuk bulat kecil. Kapurung disajikan dalam kuah asam berbumbu, lengkap dengan sayur-sayuran, ikan, atau daging. Rasanya gurih, asam, dan segar, sangat cocok dinikmati saat cuaca hangat.

Sagu, meski sering dianggap sebagai makanan tradisional yang kalah populer dibandingkan beras atau gandum, menyimpan potensi besar dalam diversifikasi pangan Indonesia. Kuliner-kuliner berbahan sagu tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi warisan budaya yang patut dilestarikan dan diperkenalkan lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....