Waspada Campak Mengintai Warga di Wilayah Entikong
- 04 Okt 2026 16:41 WIB
- Sanggau
RRI. CO.ID, Sanggau - Kasus campak menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Entikong Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dalam satu hingga dua tahun terakhir. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak serta memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit menular tersebut.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, mengatakan masyarakat perlu memahami campak dan gejala yang menyertainya, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Menurut Mikael, gejala campak umumnya mulai muncul sekitar tujuh hingga empat belas hari setelah seseorang terpapar virus.
“Jadi kalau berbicara mengenai campak, kita harus tahu apa itu campak secara umum. Gejala campak itu ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan yang khas,” kata Mikael pada program Beranda Astacita RRI Sanggau Sabtu 3 Oktober 2026.
Mikael menjelaskan, gejala campak umumnya muncul sekitar tujuh hingga empat belas hari setelah seseorang terpapar virus. Penyakit ini berkembang melalui beberapa fase, diawali dengan demam tinggi yang dapat mencapai tiga puluh sembilan hingga empat puluh derajat Celcius, disertai batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, serta mata merah dan berair.
“Campak itu memiliki fase, gejala campak muncul tujuh sampai empat belas hari setelah terpapar virus dan berkembang melalui beberapa fase. Fase awal biasanya demam tinggi, disertai dengan batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, mata merah, berair dan sensitif terhadap cahaya,” jelasnya.
Menurutnya, pada fase berikutnya kemudian muncul bintik putih hingga keabu-abuan yang menyebar pada mulut, kemudian berkembang menjadi ruam kemerahan pada kulit. Ruam biasanya muncul dari belakang telinga dan menyebar ke wajah, leher, dada hingga ke seluruh tubuh.
“Selanjutnya muncul bintik putih keabu-abuan, kemudian muncul fase ruam kemerahan. Ruam kemerahan timbul dari belakang telinga yang menyebar ke wajah, leher, dada dan seluruh tubuh, dan biasanya bertahan lima sampai tujuh hari,” ungkap Mikael.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....