Ini Bahayanya jika Terlalu Lama Menghirup Asap
- 30 Agt 2026 12:28 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau – Kabut asap merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan, terutama ketika kualitas udara menurun akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini membuat udara dipenuhi partikel dan berbagai zat pencemar yang dapat masuk ke saluran pernapasan semakin pekat kabut asap, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan.
Salah satu kandungan berbahaya dalam kabut asap adalah particulate matter (PM2,5), yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke bagian dalam paru-paru. Karena ukurannya sangat kecil, PM2,5 juga berpotensi masuk ke dalam aliran darah, paparan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan serta meningkatkan risiko gangguan pada paru-paru dan sistem kardiovaskular.
Selain PM2,5, asap dari pembakaran juga dapat mengandung karbon monoksida (CO), gas ini tidak berwarna dan tidak berbau sehingga sulit dikenali tanpa alat khusus. Ketika terhirup dalam konsentrasi tinggi, karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, lemas, mual, hingga gangguan yang lebih serius.
Kabut asap juga dapat mengandung gas dan senyawa pencemar lainnya, seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, serta berbagai senyawa organik hasil pembakaran. Paparan zat-zat tersebut dapat menyebabkan mata perih, tenggorokan terasa kering atau sakit, batuk, hidung berair, dan sesak napas risiko gangguan kesehatan dapat meningkat pada orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.
Dampak kabut asap tidak selalu muncul dalam waktu yang sama, paparan dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk keluhan pernapasan, sedangkan paparan berulang atau berkepanjangan terhadap polusi udara dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit tertentu termasuk kelompok yang perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat sebaiknya memantau kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, sebaiknya dikurangi dan jendela atau pintu dapat ditutup untuk membatasi masuknya asap ke dalam rumah. Penggunaan masker yang sesuai, terutama respirator seperti N95 atau KN95, juga dapat membantu mengurangi paparan partikel halus ketika harus berada di luar ruangan.
Kabut asap bukan sekadar mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa berbagai pencemar yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui proses bernapas. Dengan memahami kandungan berbahaya dan risikonya, masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan yang tepat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....