Kemarau Panjang Mengancam Kesehatan, Warga Diminta Waspada
- 30 Agt 2026 09:45 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Memasuki kemarau berkepanjangan, masyarakat diimbau mewaspadai berbagai risiko kesehatan lingkungan akibat cuaca panas dan kering berkepanjangan saat ini. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas udara, ketersediaan air, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Tim Kerja pengawasan Faktor Resiko Kesehatan Lingkungan LKK Entikong, Yohanes Jily Rakitadewa mengatakan Kualitas lingkungan perlu diperhatikan karena cuaca panas dan kering dapat memicu munculnya kabut asap serta debu di udara. Kondisi udara yang tidak sehat tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama ketika kemarau berlangsung dalam waktu panjang.
“Untuk kemarau ada beberapa yang harus diperhatikan, terutama kualitas lingkungan dan kualitas udara seperti kabut asap dan debu," kata Rakitadewa pada program Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurutnya, kabut asap dan debu dapat meningkat karena kondisi cuaca panas serta kering membuat lingkungan lebih berdebu dan berasap. Masyarakat perlu mengurangi paparan udara tercemar serta menjaga kebersihan lingkungan untuk membantu menekan risiko gangguan kesehatan selama kemarau.
“Cuaca yang panas dan kering sangat mengganggu kesehatan, terutama karena kualitas udara menjadi kurang baik selama kemarau panjang.” ujarnya.
Rakitadewa menjelaskan kabut asap dan debu akibat cuaca panas serta kering sangat mengganggu kesehatan masyarakat selama kemarau berkepanjangan. Selain kualitas udara, Sambungnya berkurangnya kualitas dan kuantitas air selama kemarau juga menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian masyarakat.
“Kualitas dan kuantitas air berkurang, hal itu harus menjadi perhatian karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat selama kemarau.” ungkapnya.
Rakitadewa menambahkan, peningkatan suhu lingkungan juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan akibat panas, hingga risiko stroke pada masyarakat. Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan air, membatasi aktivitas berat saat terik, serta menjaga kondisi tubuh selama kemarau berlangsung panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....