Hati-Hati, Ini Bahaya Mengonsumsi Telur Rebus Lebih 24 Jam
- 22 Jul 2026 14:32 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Telur rebus merupakan salah satu pilihan makanan praktis, bergizi, dan kaya akan protein yang sering dijadikan menu sarapan maupun camilan sehat. Namun, di balik kepraktisannya, telur rebus sebenarnya termasuk bahan pangan yang cepat rusak dan memerlukan perhatian khusus dalam pemeliharaan serta penyimpanannya.
Banyak orang mengira bahwa cangkang telur rebus yang masih utuh dapat melindungi bagian dalamnya secara sempurna dari cemaran luar. Padahal, proses perebusan justru meluruhkan lapisan alami bernama cuticle yang berfungsi menutup pori-pori halus pada cangkang telur segar.
Risiko utama mengonsumsi telur rebus yang dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari 24 jam adalah perkembangbiakan bakteri patogen, seperti Salmonella enteritidis. Bakteri ini dapat berkembang biak secara eksponensial dalam hitungan jam jika makanan berada di "zona bahaya suhu" (danger zone).
Jika telur rebus yang telah tercemar bakteri tersebut dikonsumsi, dampaknya dapat memicu gangguan pencernaan serius atau keracunan makanan (foodborne illness). Gejala yang umum muncul meliputi kram perut yang hebat, mual, muntah-muntah, diare, hingga demam tinggi.
Selain ancaman bakteri patogen, proses penyimpanan telur rebus yang tidak tepat selama lebih dari 24 jam juga dapat memicu reaksi pembusukan kimiawi dan degradasi nutrisi. Protein dalam telur yang dibiarkan pada suhu hangat akan mulai terurai, menghasilkan senyawa gas bernoda seperti hidrogen sulfida.
Untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan, penting bagi kita untuk memahami tata cara penyimpanan telur rebus yang benar. Telur yang sudah matang dianjurkan untuk segera didinginkan dan dimasukkan ke dalam lemari es (chiller) selambat-lambatnya dua jam setelah dimasak.
Membiarkan telur rebus berada di luar lemari es selama lebih dari 24 jam adalah kebiasaan riskan yang sangat tidak disarankan demi keselamatan kesehatan pencernaan. Jangan pernah mengonsumsi telur rebus yang menunjukkan tanda-tanda lender, warna pucat yang aneh, atau aroma busuk meskipun terasa masih layak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....