Program KB Sanggau Tunjukkan Tren Positif, Partisipasi Pria Jadi Sorotan

  • 29 Apr 2026 19:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongProgram Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sanggau sepanjang 2025 menunjukkan tren yang menggembirakan. Namun di balik capaian tersebut, masih tersimpan sejumlah tantangan krusial, terutama rendahnya partisipasi pria dan perlunya peningkatan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.

Hal itu disampaikan Marini, Penyuluh KB Ahli Muda dari OPD KB Sanggau dalam dialog di RRI Sanggau, Rabu 29 April 2026. Ia menyebutkan, capaian program KB secara umum sudah berada pada jalur yang cukup baik jika dilihat dari tren tahunan.

“Program KB di Kabupaten Sanggau sudah cukup baik, tetapi masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan,” ungkap Marini.

Ie menyampaikan, salah satu fokus utama ke depan adalah peningkatan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti implan dan IUD. Metode ini dinilai lebih efektif dalam mengendalikan angka kelahiran serta mendukung perencanaan keluarga yang lebih terarah.

Namun, menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari minimnya keterlibatan pria. Sementara penggunaan kontrasepsi pria, baik kondom maupun metode operasi pria (MOP), masih tergolong rendah di Sanggau.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor budaya dan persepsi masyarakat yang masih menganggap program KB sebagai ranah perempuan, bahkan cenderung tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai strategi terus dilakukan.

Pemerintah daerah menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga pihak sekolah untuk memperluas edukasi. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook juga dioptimalkan guna menjangkau generasi muda.

Di sisi lain, kata Marini, kendala geografis juga menjadi hambatan tersendiri. Akses menuju desa-desa terpencil yang masih terbatas membuat distribusi layanan dan sosialisasi KB belum merata.

“Untuk sekarang masih berkembangnya anggapan “banyak anak banyak rezeki” serta mitos seputar bahaya KB menjadi tantangan dalam mengubah pola pikir masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, kata Marini, pihaknya telah membentuk dua kelompok KB pria di Kecamatan Meliau dan Parindu. Selain itu, program konseling serta inisiatif “Ayah Teladan” juga digulirkan untuk mendorong peran aktif pria dalam perencanaan keluarga.

Memasuki tahun 2026, Marini berharap program KB di Kabupaten Sanggau dapat berjalan lebih optimal melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Dukungan semua pihak dinilai menjadi kunci dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....